BEKABAR.ID, KERINCI - Sebelum masuk ke naskah, pastikan seluruh tuduhan telah didukung bukti dan upaya konfirmasi kepada pihak yang disebut telah dilakukan secara memadai.
Kerja keras petani di Kabupaten Kerinci yang selama berbulan-bulan berkubang lumpur demi menanam padi diduga berujung pilu. Hasil panen yang seharusnya menjadi sumber penghidupan keluarga justru disebut raib tanpa pembayaran.
Sejumlah petani mengaku menjadi korban dugaan penipuan dan penggelapan hasil panen padi. Mereka mengaku telah menyerahkan gabah maupun beras kepada seorang pembeli, namun hingga kini uang hasil penjualan belum juga diterima.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sosok yang dilaporkan para korban adalah Andaris Minandar, yang disebut berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan bertugas di lingkungan Sekretariat DPRD Kota Sungai Penuh.
Para korban menuturkan, Andaris mendatangi mereka dengan menawarkan kerja sama pembelian gabah dan beras. Berbekal status sebagai aparatur sipil negara serta janji pembayaran yang diyakini para petani, hasil panen pun diserahkan tanpa rasa curiga.
Namun, setelah gabah dan beras diterima, pembayaran yang dijanjikan disebut tak kunjung direalisasikan. Para petani mengaku telah berulang kali menghubungi Andaris hingga mendatangi kediamannya untuk meminta hak mereka, tetapi persoalan itu disebut belum menemukan titik terang.
Akibatnya, kerugian yang dialami para petani tidak sedikit. Sebagian mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga, sementara lainnya terancam tidak memiliki modal untuk kembali menggarap sawah pada musim tanam berikutnya.
Kasus ini disebut menambah daftar laporan masyarakat yang menyeret nama oknum PNS tersebut terkait dugaan penipuan dan penggelapan. Para korban berharap ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan itu. Namun jika tidak kunjung ada penyelesaian, mereka menyatakan akan terus menempuh jalur hukum guna memperjuangkan hak-haknya.
Hingga berita ini diterbitkan, Andaris Minandar belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut. Explore News masih berupaya melakukan konfirmasi kepada yang bersangkutan untuk memperoleh penjelasan serta menghadirkan pemberitaan yang berimbang.Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih "menggigit" ala Detik dengan pembuka yang lebih kuat dan ritme paragraf yang lebih cepat, tanpa mengurangi prinsip keberimbangan. (*)

