BEKABAR.ID, KERINCI - Masyarakat
di sekitar Danau Kerinci kembali mengadukan menyusutnya debit air danau kepada
DPRD Kerinci. Aduan itu disampaikan langsung saat pimpinan dan jajaran DPRD
Kerinci meninjau Sungai Tanjung Merindu dan sejumlah titik terdampak pada
Jumat, 6 Februari 2026.
Kunjungan lapangan tersebut
merupakan tindak lanjut audiensi warga pada 3 Februari 2026. Setibanya di
lokasi, rombongan DPRD yang terdiri dari Surmila Apri, Adi Purnomo, Eliyusnadi,
Noviandri Panca Putra, Zulfikar, Sekwan Jondri Ali beserta anggota dewan
lainnya dan Timdu langsung disambut warga disekitaran Danau Kerinci yang sejak
pagi menunggu untuk menyampaikan keluhan.
Nanang, perwakilan warga Pulau
Pandan dan Karang Pandan, mengatakan sejak awal masyarakat telah memperingatkan
potensi dampak jangka panjang aktivitas PLTA terhadap ekosistem danau dan
sungai. Namun peringatan itu, menurut dia, tak pernah benar-benar ditanggapi.
“Aksi kami dulu bukan soal uang.
Ini soal dampak lingkungan ke depan. Sekarang dampaknya sudah kami rasakan, sosial,
ekonomi, dan ekologi,” kata Nanang.
Ia menegaskan masyarakat tidak
menolak pembangunan. Warga, kata dia, justru menjaga agar proyek PLTA berjalan
tanpa gangguan. Namun, kepentingan nasional tidak seharusnya mengorbankan
kehidupan warga yang bergantung pada danau dan sungai.
“Air ini sumber hidup kami. Kalau
air menyusut, kami kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.
Nanang juga menyoroti pengelolaan
pintu air PLTA. Ia menduga dua pintu air sengaja ditutup menjelang kedatangan
DPRD. Padahal, dalam kondisi normal, tiga pintu air dibuka penuh.
“Coba buka semua pintu air. Kita
lihat bersama ada perubahan atau tidak. Jangan hanya tampilkan kajian ilmiah,
tapi tutup mata dari fakta di lapangan,” kata dia.
Keluhan serupa disampaikan
Arismanto, nelayan Desa Sanggaran Agung. Ia mengaku kini tidak bisa lagi
mengoperasikan alat tangkap ikan karena air danau terus menyusut.
“Ini mata pencaharian kami.
Ekonomi keluarga terganggu. Kami terpaksa mencari pekerjaan lain,” ujar
Arismanto, saat dikonfirmasi terpisah.
Setelah mendengar keluhan warga,
DPRD membagi tim untuk meninjau beberapa lokasi, antara lain kawasan Jembatan
Panjang, jalur menuju Pulau Pandan, serta Jembatan Sungai Tanjung Merindu.
Anggota DPRD Kerinci, Adi Purnomo
Ketika dikonfirmasi bekabar.id mengatakan pihaknya baru menerima langsung
aspirasi masyarakat di wilayah terdampak. Ia berjanji akan menindaklanjuti
aduan warga dengan berkoordinasi bersama organisasi perangkat daerah terkait. “Aspirasi
masyarakat ini akan kami tindak lanjuti dan kami koordinasikan dengan OPD
terkait,” kata politisi PDIP ini.
Sementara Jondri Ali menyebutkan
hasil kelapangan kali ini akan ditindaklanjuti ke PLTA. “Terutama masalah
penangan air sawah yang kering dan normalisasi Sungai Batang Merangin,”
tukasnya.
Editor: Sebri Asdian

