BEKABAR.ID, JAMBI - Kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oknum polisi dan warga sipil, di Kota Jambi, terus bergulir dan akan segera dilimpahkan ke meja hijau untuk disidangkan.
Saat ini, ada empat orang pelaku ditetapkan tersangka dan ditahan di Polda Jambi, dua diantaranya oknum polisi dan dua warga sipil dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jambi dijadwalkan akan menggelar sidang etik terhadap dua orang oknum polisi.
Tim Kuasa Hukum Korban, Putra Tambunan mengatakan, bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan resmi dari penyidik Propam terkait agenda persidangan tersebut.
"Benar, kami sudah dihubungi oleh Penyidik Propam Polda Jambi, dua oknum tersebut akan segera menjalani sidang etik. Kami diminta menghadirkan saksi pelapor dan saksi korban pada Jumat, 6 Februari 2026, di Mapolda Jambi," jelasnya Kamis, 5 februari 2026.
Putra menyebutkan, langkah tegas Kapolda Jambi dalam melaksanakan sidang etik dan putra Tambunan memberikan catatan kritis terkait keterlibatan pihak lain, karena berdasarkan keterangan kliennya, ada indikasi kuat terjadinya pembiaran oleh oknum-oknum lain yang berada di lokasi.
"Diduga ada oknum polisi lainnya terlibat selain dua oknum polisi yang sudah ditetapkan tersangka, kita harapkan ada tindakan tegas dan jujur," ujarnya.
Ia mempertanyakan status hukum beberapa oknum polisi lainnya yang diduga berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat peristiwa memilukan itu terjadi.
"Kami mendesak agar seluruh pihak yang berada di TKP diperiksa secara intensif. Jika ditemukan bukti kuat adanya unsur mendiamkan atau pembiaran, maka sesuai ketentuan hukum pidana mengenai penyertaan (deelneming), mereka juga harus ditetapkan sebagai tersangka," tegasnya.
Putra tidak menampik adanya kekhawatiran mengenai objektivitas pemeriksaan, mengingat terduga pelaku merupakan bagian dari institusi Polri itu sendiri. Namun, ia memilih untuk tetap menaruh kepercayaan pada komitmen pimpinan kepolisian daerah Jambi.
"Kita harap terduga pelaku lainnnya diperiksa intensif," tuturnya.
Pihak kuasa hukum menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas guna memastikan tidak ada ruang bagi impunitas bagi oknum yang berkhianat pada sumpah jabatan.
"Tentu ada tantangan psikologis bagi penyidik ketika memeriksa rekan sejawat, namun kami mengapresiasi komitmen Bapak Kapolda Jambi. Langkah cepat ini penting untuk memudahkan penyidik Reskrim mendalami perkara secara objektif dan transparan," katanya. (*)

