Rocky Candra dan Dialog Kebangsaan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kota Sungai Penuh

Rocky Candra dan Dialog Kebangsaan di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Kota Sungai Penuh

BEKABAR.ID, SUNGAIPENUH — Anggota DPR RI Dapil Jambi, Fraksi Partai Gerindra, Rocky Candra menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 yang dilaksanakan dalam masa reses di Panti Asuhan Putri Aisyiyah Muhammadiyah Kota Sungai Penuh, Sabtu (27/12/25).

Pada kesempatan tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Sungai Penuh, Yudesman, menilai bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah lama terjalin antara Muhammadiyah dan Rocky Candra. Ia memandang silaturahim sebagai fondasi penting dalam membangun kerja bersama yang berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa.

“Hubungan baik ini selalu kami jaga. Harapannya, silaturahim tidak hanya bernilai pahala secara personal, tetapi juga melahirkan solusi atas berbagai persoalan kemaslahatan yang dihadapi masyarakat,” kata Yudesman. 

Ia menambahkan, PDM Sungai Penuh berharap komunikasi dengan wakil rakyat dapat terus berlangsung secara terbuka dan produktif, terutama dalam merespons persoalan kebangsaan dan kedaerahan.

Menanggapi hal itu, Rocky Candra memilih menempatkan dirinya secara personal dan kultural. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan semata sebagai pejabat negara yang sedang menjalankan agenda reses, melainkan sebagai kader Muhammadiyah yang memiliki ikatan emosional dan ideologis 

“Saya selalu senang bisa berkumpul, berdiskusi, dan bercengkrama dengan keluarga besar Muhammadiyah. Saya menyadari, lahir dan tumbuhnya saya tidak bisa dilepaskan dari Muhammadiyah, termasuk peran yang membantu saya hingga sampai pada titik ini,” ujar Sekretaris Jendra (Sekjend) Pimpinan Pusat Tunas Indonesia Raya (Tidar) ini.

Karena itu, ia menegaskan kehadirannya bukan dalam jarak kekuasaan, melainkan dalam semangat persaudaraan dan kesetaraan sebagai sesama kader.

Menurut Anggota Komisi XII DPR RI ini, Sosialisasi Empat Pilar seharusnya tidak berhenti pada penyampaian konsep normatif. Nilai Pancasila, konstitusi, persatuan, dan kebinekaan perlu terus didialogkan dengan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk di daerah. “Empat Pilar akan hidup jika dibicarakan bersama, diuji dalam realitas, dan dijalankan dalam tindakan,” kata Rocky.

Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan dialog yang berlangsung hangat. Topik pembahasan tidak hanya menyentuh isu-isu kebangsaan secara umum, tetapi juga persoalan di tingkat daerah, mulai dari tantangan sosial, peran organisasi keagamaan, hingga pentingnya kolaborasi antara masyarakat dan DPR dalam menjaga kohesi sosial.

Untuk diketahui, kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jambi Agus Satyono, Sekretaris Jenderal PDM Kota Sungai Penuh Arifman, serta perwakilan Aisyiyah, Nasyiatul Aisyiyah, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan berbagai organisasi otonom Muhammadiyah lainnya.

Editor: Sebri Asdian