BEKABAR.ID, KERINCI - Meningkatnya
kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menyisakan
persoalan lingkungan di kawasan Gunung Kerinci.
Selama periode 21 Desember 2025
hingga 4 Januari 2026, sebanyak 990 orang tercatat melakukan pendakian.
Tingginya aktivitas tersebut berdampak langsung pada bertambahnya volume
sampah, terutama di jalur pendakian dan lokasi perkemahan.
Petugas pengelola kawasan
menemukan berbagai jenis sampah yang ditinggalkan pendaki, didominasi oleh
sampah anorganik seperti plastik. Sampah-sampah tersebut tersebar di sepanjang
jalur menuju puncak.
Kepala Balai Besar Taman Nasional
Kerinci Seblat (BB TNKS) Kerinci, David, membenarkan temuan tersebut. Ia
menyampaikan bahwa meskipun imbauan untuk membawa turun kembali sampah pribadi
sudah sering disosialisasikan, masih banyak pendaki yang belum mematuhi aturan
dan etika menjaga lingkungan.
“Dalam kurun waktu dua pekan
terakhir, jumlah pendaki hampir mencapai seribu orang. Konsekuensinya, volume
sampah meningkat cukup signifikan dan ini menjadi perhatian serius kami,” ujar
David.
Ia juga mengakui bahwa
pengelolaan dan pengawasan terkait sampah di lapangan masih perlu ditingkatkan.
Ke depan, pihak pengelola akan lebih intensif memberikan edukasi dan pengawasan
agar pendaki lebih bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan.
Lebih lanjut, David menjelaskan
bahwa selama masa penutupan sementara Gunung Kerinci, pihaknya akan menggandeng
berbagai pihak, termasuk pemandu, porter, serta pelaku jasa wisata pendakian,
untuk melakukan kegiatan pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian.
“Selama penutupan ini kami fokus
melakukan pembersihan. Harapannya, ke depan kesadaran pengunjung Gunung Kerinci
semakin meningkat, terutama dalam membawa kembali sampah masing-masing,”
tutupnya.
Editor: Sebri Asdian
Ilustrasi bekabar.id 
