Dirut Jamin Dana Aman, Nasabah Bank Jambi Tetap Desak Pemulihan 1x24 Jam: Uang Beli Baju Lebaran Kami Tertahan

Dirut Jamin Dana Aman, Nasabah Bank Jambi Tetap Desak Pemulihan 1x24 Jam: Uang Beli Baju Lebaran Kami Tertahan

Ilustrasi bekabar.id

BEKABAR.ID, JAMBI – Di tengah pernyataan resmi manajemen Bank Jambi yang menjamin keamanan dana nasabah, sejumlah nasabah justru mengaku masih diliputi kecemasan. Terlebih, momen gangguan layanan ini terjadi dalam bulan Ramadan dan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri.

Salah seorang nasabah, Yopi, mengaku kaget saat tidak bisa mengakses mobile banking dan mendengar kabar adanya dugaan saldo berkurang. Menurutnya, seluruh dana kebutuhan belanja Ramadan dan pembelian baju hari raya untuk keluarganya tersimpan di rekening Bank Jambi.

“Bagaimana kami bisa tenang? Uang belanja selama Ramadan dan untuk beli baju hari raya semuanya ada di Bank Jambi. Sekarang akses aplikasi saja tidak bisa, uang kami tertahan,” ujarnya, Minggu (22/2/2026).

Bagi dia, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredakan kegelisahan. Apalagi kebutuhan menjelang Ramadan dinilai cukup mendesak. “Kami bukan tidak percaya, tapi kebutuhan sudah di depan mata. Semoga benar-benar cepat dipulihkan dan kalau memang ada dana yang hilang, segera dikembalikan tanpa proses berbelit,” tambah dia.

Dia berharap pemulihan sistem dapat segera dilakukan satu kali 24 jam. “Agar kami bisa kembali bertransaksi dengan aman dan nyaman,” ucap dia.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, tampil langsung memberikan jaminan keamanan. Ia menegaskan bahwa pihak bank tidak akan lepas tangan dan siap bertanggung jawab secara finansial apabila hasil audit membuktikan adanya saldo nasabah yang berkurang akibat sistem.

“Mengenai kabar adanya uang nasabah yang hilang, Bank Jambi saat ini tengah melakukan penelusuran. Saya menjamin, jika memang ada dana nasabah yang raib, maka Bank Jambi akan mengganti penuh semua kerugian nasabah,” tegas Khairul dalam keterangan resminya.

Pernyataan tersebut turut didampingi Komisaris Utama Bank Jambi, Emilia, bersama jajaran direksi dan komisaris lainnya sebagai bentuk keseriusan manajemen dalam menangani isu tersebut.

Manajemen menjelaskan bahwa pembekuan sementara akses mobile banking merupakan langkah mitigasi dan pengamanan data untuk mempermudah proses investigasi menyeluruh, bukan karena sistem jebol. Sistem perbankan untuk sementara dinonaktifkan demi proses penelusuran internal.

Pihak Bank Jambi juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta memastikan koordinasi intensif dengan Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia guna memastikan penanganan sesuai regulasi.

Manajemen mengimbau nasabah tetap tenang, tidak mudah terpancing hoaks, serta menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN dan kode OTP. Bagi nasabah yang merasa saldonya berkurang atau menemukan transaksi mencurigakan, diminta segera melapor ke kantor cabang terdekat mulai Senin, 23 Februari 2026, atau menghubungi Call Center resmi di nomor 1500-665.

Editor: Sebri Asdian