Sufrayogi Menang Aklamasi, Golkar Tanjabbar Masuk Fase Konsolidasi

Sufrayogi Menang Aklamasi, Golkar Tanjabbar Masuk Fase Konsolidasi

BEKABAR.ID, TANJABBARAT - Partai Golkar Kabupaten Tanjung Jabung Barat memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui mekanisme aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI, Sufrayogi Saiful ditetapkan sebagai Ketua DPD Golkar Tanjabbar periode 2025–2030. Musda berlangsung di Hotel Masa Kini, Kuala Tungkal, Jumat, 30 Januari 2026.

Aklamasi menandai absennya kontestasi terbuka dalam forum tertinggi partai di tingkat kabupaten ini. Sejumlah tokoh hadir, mulai dari Wakil Bupati Tanjabbar, Ketua DPD Golkar Provinsi Jambi yang juga anggota DPR RI, anggota DPRD provinsi dan kabupaten dari Fraksi Golkar, unsur Forkopimda, hingga jajaran pengurus partai sampai tingkat desa.

Dalam pidato pertamanya sebagai ketua, Sufrayogi menempatkan loyalitas kader sebagai isu sentral. Ia menilai loyalitas menjadi prasyarat utama untuk menjaga soliditas partai sekaligus memastikan efektivitas kerja politik ke depan.

“Tanpa loyalitas, organisasi tidak akan kuat,” kata Sufrayogi. Ia menegaskan komitmennya menanamkan disiplin dan kepatuhan kader terhadap garis partai di semua tingkatan.

Sufrayogi juga menyampaikan agenda konsolidasi internal dan penguatan basis massa. Ia menilai Partai Golkar harus kembali hadir secara nyata di tengah masyarakat, bukan sekadar aktif menjelang momentum elektoral. Kerja politik, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab moral terhadap pembangunan daerah.

Di hadapan kader, Sufrayogi secara terbuka meminta agar dinamika dan perbedaan selama Musda dihentikan. Ia menolak adanya faksi-faksi internal yang berpotensi melemahkan organisasi.

“Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan,” ujarnya. Ia menegaskan kepengurusan ke depan harus bergerak dalam satu komando dengan satu tujuan: membesarkan Partai Golkar dan memperkuat posisi politiknya di Tanjung Jabung Barat.

Ia juga menekankan peran kader untuk lebih aktif menyerap aspirasi publik dan menawarkan solusi konkret atas persoalan daerah. Golkar, kata dia, harus menjadi rumah politik yang relevan bagi masyarakat, bukan sekadar kendaraan kekuasaan.

Musda XI, menurut Sufrayogi, menjadi titik awal konsolidasi sekaligus kebangkitan Golkar di Tanjabbar setelah melewati fase dinamika internal.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso, yang membacakan sambutan Bupati, menyampaikan apresiasi atas kontribusi Partai Golkar dalam menjaga stabilitas politik daerah. Ia menilai hubungan antara pemerintah daerah dan Golkar selama ini berjalan sinergis.

Katamso berharap kepengurusan baru hasil Musda mampu memperkuat peran Golkar sebagai kekuatan politik yang tidak hanya solid secara internal, tetapi juga memberi dampak nyata bagi masyarakat Tanjung Jabung Barat.

Editor: Sebri Asdian