BEKABAR.ID, KERINCI - Di bawah bayangan Gunung Kerinci, suasana penuh keakraban mengiringi pemberian simbolis dari masyarakat Kecamatan Kayu Aro untuk pasangan calon Monadi - Murison, Senin (04/11/24).
Hadiah berupa keripik ubi dari seorang ibu perwakilan tiga kecamatan Kayu Aro itu mencerminkan harapan agar Monadi - Murison dapat mengembangkan sektor UMKM Kerinci jika terpilih nanti. Lebih dari sekadar hadiah, keripik ini juga menjadi pengingat dedikasi Murasman, yang dahulu berjasa membuka akses jalan petani di wilayah tersebut.
Monadi tampak tersentuh saat menerima pemberian itu dan menyampaikan tekadnya untuk memberdayakan UMKM seperti keripik ubi, yang menjadi mata pencaharian warga setempat.
“Keripik ini adalah simbol ketekunan masyarakat kita. UMKM seperti inilah yang harus kita perhatikan dan dorong agar berkembang lebih besar. Kami berkomitmen untuk menjadikan produk lokal Kerinci, seperti keripik ubi, sebagai kebanggaan daerah yang bisa bersaing,” ungkapnya di tengah tepuk tangan para warga.
Murison pun menguatkan komitmen ini, dia menyatakan bahwa pembangunan akses yang sudah dirintis Murasman bagi petani akan dilanjutkan dan kembangkan. "Kami juga akan memastikan produk-produk lokal kita, dari hasil bumi hingga kerajinan, dapat dipasarkan dengan lebih luas. Sumber daya di Kayu Aro luar biasa, dan kita akan optimalkan potensi ini demi kesejahteraan warga,” katanya dengan semangat.
Ibu yang memberikan keripik itu pun tak dapat menyembunyikan rasa bangganya. “Ini hanya keripik, Pak, tapi ini hasil kerja keras kami. Kami percaya bahwa dengan Bapak Monadi dan Pak Murison, UMKM kecil seperti kami bisa lebih diperhatikan. Kami berharap, pemerintah ke depan dapat lebih peduli kepada kami yang di desa," ucapnya.
Pemberian keripik ini membawa makna mendalam bagi Monadi - Murison sebagai amanah untuk memajukan UMKM dan menjaga semangat pembangunan di Kerinci. Ini menjadi pengingat akan janji keduanya untuk melayani dengan adil dan mengangkat ekonomi masyarakat lokal, menjadikan produk-produk Kayu Aro lebih bernilai dan dikenal luas.
Editor: Sebri Asdian