BEKABAR.ID, TANJABBARAT — Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., saat mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Sumatera secara virtual melalui Zoom Meeting, Kamis (27/08).
Kegiatan yang dilaksanakan dari
Provinsi Sumatera Utara tersebut diikuti para gubernur, bupati, dan wali kota
se-Sumatera secara daring. Dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kegiatan
berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, dan
turut dihadiri Kepala Bapperida, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
(PMD), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas P3A2KB, serta sejumlah pejabat dan
tamu undangan terkait.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan
Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Sekretariat Wakil
Presiden, Eddy Cahyonk Sugiharto, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Ketua Pelaksana Bidang Advokasi
dan Komitmen Kepemimpinan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS),
menyampaikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda
nasional percepatan penurunan stunting.
Ia menegaskan bahwa program
pencegahan dan penurunan stunting harus terus dilanjutkan guna memastikan
seluruh anak Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkembang secara optimal,
sehingga target Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan.
“Dalam RPJMN 2025–2029,
prevalensi stunting ditargetkan turun menjadi 14,2 persen pada tahun 2029.
Sementara pada periode 2018–2024, prevalensi stunting telah menurun dari 30,8
persen menjadi 19,8 persen,” ujarnya.
Menurutnya, komitmen politik
kepala daerah menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan percepatan
penurunan stunting. Komitmen tersebut harus diwujudkan dengan menjadikan
percepatan penurunan stunting sebagai prioritas pembangunan daerah serta memastikan
sumber daya yang dibutuhkan dapat dimobilisasi.
“Komitmen ini harus diturunkan
menjadi aksi nyata yang menyasar langsung pada setiap kelompok sasaran,”
tegasnya.
Sebagai bentuk penguatan komitmen
bersama, kegiatan Rakortek juga dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen
bersama pencegahan dan percepatan penurunan stunting Regional Sumatera oleh
para gubernur serta bupati/wali kota se-Sumatera, termasuk Wakil Bupati Tanjung
Jabung Barat.
Sementara itu, Wakil Gubernur
Sumatera Utara, H. Surya, B.Sc., dalam sambutannya menekankan pentingnya
komitmen bersama dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, hingga tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, penanganan stunting
tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan pendekatan yang
holistik, integratif, serta berbasis data yang akurat.
Wakil Bupati Tanjung Jabung
Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., menegaskan bahwa Pemkab Tanjung Jabung
Barat siap menindaklanjuti berbagai poin penting yang dihasilkan dalam Rakortek
Regional Sumatera tersebut.
“Percepatan penurunan stunting
adalah investasi jangka panjang kita untuk menyiapkan generasi muda Kabupaten
Tanjung Jabung Barat yang sehat, cerdas, dan kompetitif. Sinergi seluruh
pemangku kepentingan menjadi kunci utama keberhasilan program ini,” ujar
Katamso.
Fokus Penanganan dan Langkah
Strategis
Rakortek tersebut membahas
sejumlah langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan dan percepatan
penurunan stunting, antara lain:
1. Penguatan intervensi spesifik
dan sensitif, dengan memastikan kelompok sasaran prioritas, seperti remaja
putri, ibu hamil, dan balita, mendapatkan layanan kesehatan serta intervensi
yang optimal.
2. Optimalisasi peran Tim
Pendamping Keluarga (TPK), guna meningkatkan efektivitas pendampingan keluarga
di lapangan sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.
3. Konvergensi anggaran dan
program, melalui penyelarasan program lintas sektor, termasuk upaya pengentasan
kemiskinan ekstrem dan percepatan penurunan stunting.
Melalui Rakortek dan advokasi
tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkomitmen memperkuat
sinergi lintas sektor dan memastikan program pencegahan serta percepatan
penurunan stunting berjalan secara terarah, terukur, dan tepat sasaran.
Langkah tersebut diharapkan mampu
memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian target
penurunan prevalensi stunting secara nasional menuju terwujudnya generasi
Indonesia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.(*)

