Sopir Keluhkan Praktik Jual Beli Nomor Antrian Solar di SPBU Pelayang Raya, Sempat Picu Keributan

Sopir Keluhkan Praktik Jual Beli Nomor Antrian Solar di SPBU Pelayang Raya, Sempat Picu Keributan

Ilustrasi AI genered bekabar.id

BEKABAR.ID, SUNGAIPENUH - Sejumlah sopir angkutan di Kota Sungai Penuh mengeluhkan adanya praktik jual beli nomor antrean pengisian BBM subsidi jenis solar di salah satu SPBU Pelayang Raya. Praktik ini disebut-sebut telah berlangsung cukup lama dan merugikan para sopir.

Salah seorang sopir, Kaslirdi, mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Menurutnya, para sopir yang hendak mengisi solar kerap dipaksa membeli nomor antrean agar bisa mendapatkan jatah BBM subsidi.

"Kalau tidak membeli nomor antrean, antrean kami bisa diserobot oleh kendaraan lain yang sudah membeli nomor tersebut," ujar Kaslirdi, Selasa (09/06/26).

Ia menjelaskan, nomor antrean itu diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp 10 ribu per nomor. Akibat praktik tersebut, para sopir harus mengeluarkan biaya tambahan di tengah sulitnya memperoleh pasokan solar subsidi.

Kaslirdi menyebut, dugaan praktik jual beli nomor antrean itu bukan hal baru. Para sopir mengaku sudah lama merasakan dampaknya, namun hingga kini belum ada solusi yang mampu menghentikan aktivitas tersebut.

Kondisi itu bahkan sempat memicu keributan antara sejumlah sopir dengan oknum yang diduga mengatur nomor antrean. Peristiwa tersebut disebut terekam kamera CCTV yang berada di sekitar area SPBU.

Para sopir menilai praktik tersebut sangat merugikan karena menambah beban operasional kendaraan. Padahal, mereka sudah harus menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar.

"Kami berharap aparat penegak hukum dapat turun tangan dan menindaklanjuti keluhan ini, sehingga tidak ada lagi pihak yang memanfaatkan antrean untuk mencari keuntungan pribadi," kata Kaslirdi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU terkait dugaan praktik jual beli nomor antrean tersebut.

Editor: Sebri Asdian