BEKABAR.ID, SUNGAIPENUH - Pemerintah Kota Sungai Penuh terus menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Komitmen tersebut terlihat saat Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, menerima kunjungan silaturahmi jajaran Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dengan pihak TNKS, khususnya terkait pembangunan infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan kawasan konservasi serta upaya peningkatan efektivitas pengelolaan lingkungan di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh.
Salah satu agenda utama yang dibahas adalah rencana peningkatan ruas jalan Sungai Penuh–Tapan yang melintasi kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Jalur tersebut selama ini menjadi akses vital yang menghubungkan berbagai wilayah serta memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, distribusi barang dan jasa, aktivitas ekonomi, hingga pengembangan sektor pariwisata.
Wali Kota Alfin menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur jalan menuju Tapan merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Menurutnya, akses jalan yang memadai akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran arus transportasi, menekan biaya logistik, serta mendukung pengembangan potensi daerah, termasuk sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata yang menjadi salah satu kekuatan utama kawasan Kerinci dan Sungai Penuh.
“Jalan Sungai Penuh menuju Tapan memiliki nilai strategis sebagai urat nadi penghubung masyarakat. Karena itu, peningkatan infrastrukturnya perlu terus didorong agar mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Alfin.
Meski demikian, ia menekankan bahwa setiap rencana pembangunan harus tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan. Mengingat sebagian ruas jalan berada dalam kawasan konservasi TNKS, diperlukan koordinasi yang intensif dan pendekatan yang bijaksana agar pembangunan dapat berjalan tanpa mengabaikan fungsi ekologis kawasan tersebut.
“Pembangunan dan pelestarian lingkungan bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya harus berjalan beriringan. Kita ingin akses masyarakat semakin baik, namun kelestarian kawasan konservasi juga tetap terjaga untuk generasi mendatang,” tegasnya.
Selain membahas persoalan infrastruktur, pertemuan tersebut juga menyoroti dukungan terhadap rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) baru TNKS. Keberadaan UPT tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola kawasan konservasi, meningkatkan efektivitas pengawasan, serta mempercepat koordinasi antara pemerintah daerah dan pihak TNKS dalam menangani berbagai isu lingkungan dan kehutanan.
Pembentukan UPT baru juga diharapkan dapat mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat respons terhadap berbagai persoalan di lapangan, serta memperkuat upaya perlindungan kawasan hutan yang menjadi salah satu aset ekologis terpenting di Pulau Sumatra.
Jajaran BB TNKS menyambut baik komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah dan pengelola kawasan konservasi dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan hidup.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh semangat kolaborasi. Kedua pihak sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan kerja sama dalam berbagai program strategis yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta pengelolaan kawasan konservasi.
Melalui sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Kota Sungai Penuh dan BB TNKS, diharapkan berbagai program pembangunan dapat berjalan secara optimal, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberadaan kawasan konservasi sebagai warisan alam yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan ekonomi yang sangat penting bagi daerah maupun nasional.(*)


