Peta Persaingan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi 2024

Peta Persaingan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Muaro Jambi 2024

Oleh:

Yasril, MA.Pol

Direktur Eksekutif Crown Indonesia, Pengamat Sosial Politik

Pilkada Kabupaten Muaro Jambi 2024 tidak kalah menariknya untuk diamati sebagaimana Kabupaten/Kota lainnya. Jika dilihat dari peta dan arah dukungan partai politik yang ada kemungkinan besar kompetisi akan diikuti oleh tiga pasangan calon yang siap berlaga. Masing-masing diantaranya yang telah resmi deklarasi dan mendapatkan rekomendasi dari partai politik adalah pertama bakal pasangan calon Asnawi-Sentot yang diusung partai Demokrat dan PPP dengan jumlah total kursi 9, kedua bakal pasangan calon Masnah-Zulkifli yang diusung PAN, Golkar, dan Gerindra dengan jumlah total kursi 14. Dan ketiga bakal pasangan calon Bambang Bayu Suseno (BBS)-Junaidi Mahir yang baru mendapatkan dukungan dari PSI, kemungkinan menurut informasi dari sumber yang dipercaya akan diusung PKB, PKS dan Perindo jika di jumlah total seluruhya ada 9 kursi. 

Dua sisa partai politik lainnya PDIP dan Nasdem belum memiliki arah politik yang jelas, namun jika keduanya  bergabung akan menjadi satu tiket lagi untuk menghantarkan satu paslon berlayar dalam pilkada Muaro Jambi mendatang, tetapi besar kemungkinan masing-masing baik PDIP maupun Nasdem lebih cenderung akan bergabung ke salah satu bakal paslon yang ada sebab hingga kini belum ada kandidat yang muncul dari partai tersebut. 

Dengan demikian berdasarkan arah dukungan sejumlah partai politik dan posisi beberapa bakal paslon tersebut tentu kompetisi akan berjalan sengit serta kompetitif, masing-masing memiliki peluang untuk dapat memenangi Pilkada Muaro Jambi 27 November 2024 mendatang. 

Pertama kita ulas saja bakal Paslon Asnawi-Sentot atau disebut Asset ini, meski awalnya tidak diperhitungkan namun keduanya menjadi pasangan paling awal mendapatkan rekomendasi dari partai politik, sehingga bakal Paslon ini tampak start lebih awal melakukan sosialisasi, menyusun struktur tim pemenangan dan kerja-kerja politik lainnya. Selain itu Asset dinilai sebagai satu-satunya bakal Paslon yang lengkap merepresentasi dari dua kelompok terbesar pemilih di Muaro Jambi yakni melayu Jambi dan Jawa. Ceruk pemilih melayu Jambi dan Jawa tentu saja akan menjadi fokus garapan mereka. Dengan membawa isu perubahan bakal pasangan ini memiliki basis pendukung di beberapa kecamatan diantaranya Jaluko, Mestong, sebagian Bahar grup, dan sebagian Sungai Gelam.

Selanjutnya bakal paslon Masnah-Zulkifli adalah bakal paslon yang sangat diperhitungkan, sebab Masnah sendiri adalah incumbent Bupati sebelumnya yang tentu saja masih memiliki pendukung loyalis dan simpatisan, ditambah lagi dari mesin partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dengan jumlah total kursi 14. Tak heran dari hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei posisi Masnah lebih unggul dari bakal calon lainnya. Selain itu kans bakal calon wakilnya Zulkifli yang notabene anggota DPRD Muaro Jambi yang terpilih untuk kedua kalinya, tentu saja memiliki pendukung dan tim yang tidak bisa disepelehkan. Basis dukungan pemilih bakal paslon ini ada di Kecamatan Kumpeh, Kumpeh ulu, Jaluko, dan sebagian di kecamatan lainnya.

Bakal pasangan calon BBS-Jun Mahir tentu tidak bisa dipandang sebelah mata, BBS yang notabene incumbent Wakil Bupati Masnah sebelumnya dikenal figur yang humble dan rajin turun ke masyarakat sehingga memiliki banyak pendukung loyalis, sehingga tak heran dari hasil survei beberapa lembaga survei namanya berada di posisi kedua setelah Masnah itupun dengan selisih yang tidak jauh berkisar dua hingga tiga persenan. BBS juga dikenal sebagai bakal calon yang diprediksi mendapatkan dukungan dari ceruk pemilih Jawa sebagaimana pilkada periode sebelumnya. Basis pendukungnya ada di Kecamatan Bahar grup, Mestong, Sungai Gelam, Marosebo dan sebagian Jaluko. Ditambah lagi pasangan wakilnya Jun Mahir yang notabene adik Burhanuddin Mahir Bupati Muaro Jambi dua periode dan kini anggota DPRD Provinsi Jambi terpilih untuk kedua kalinya, tentu masih patut untuk diperhitungkan.

Ketiga bakal paslon tersebut tentu saja tidak hanya memiliki kelebihan secara electoral, tetapi juga masing-masing memiliki kelemahan secara politik yang sekiranya menjadi batu sandung ataupun kendala bagi mereka dalam merebut tampuk kekuasaan di negeri Sailun Salimbai.

Pasangan Asnawi-Sentot misalnya sebagaimana diketahui figur Asnawi sendiri mungkin tidak ada yang tidak kenal di dunia kepemiluan khususnya di Provinsi Jambi. Meski sudah lama berkecimpung di dunia penyelenggara pemilu dan pengalaman sebagai penyelenggara dan wasit tidak diragukan lagi, namun secara electoral berdasarkan hasil survei masih jauh dibawah kedua kandidat lainnya. Apalagi figur wakilnya Sentot yang belum begitu populer di kalangan masyarakat Muaro Jambi secara merata, sehingga kerja keras mereka berdua serta tim sukses untuk menaikan popularitas dan elektabilitas harus benar-benar dengan strategi yang jitu dan efektif dengan sisa waktu yang relatif singkat. 

Pasangan Masnah-Zulkifli meski diuntungkan dengan partai pengusung yang tergabung dalam KIM, namun Masnah sebagai incumbent bupati sebelumnya dinilai masih memiliki banyak PR berkaitan dengan kebijakan dan capaian beliau semasa menjabat, sehingga tak heran sorotan masyarakat terhadap kondisi pembangunan di Kabupaten Muaro Jambi cukup tajam baik dari bidang ekonomi, infrastruktur dan lainnya yang hingga kini terus digembosi. Sehingga hal itu tentu saja secara politik dapat menggerus elektabilitasnya. Pasangannya Zulkifli dinilai bukanlah pasangan yang menguntungkan secara electoral karena figur Zulkifli dan Masnah sama-sama representasi dari basis pemilih melayu Jambi dan bukan representasi dari basis pemilih Jawa yang merupakan pemilih terbesar kedua di Muaro Jambi sehingga sulit rasanya pasangan ini mendapatkan dukungan besar dari pemilih Jawa.

Pasangan BBS-Jun Mahir keduanya juga bukan representasi murni dari basis pemilih Jawa, BBS sendiri lemah secara electoral dikalangan pemilih melayu Jambi terutama di beberapa kecamatan yang berbasis pemilih Jambi, sebut saja misalnya Kumpeh, Kumpeh Ulu, Taman Rajo, Marosebo, dan Sekernan. Begitu juga pasangannya Jun Mahir secara figur beliau belum begitu dikenal dikalangan masyarakat Muaro Jambi apalagi selama ini beliau lama berada diluar Kabupaten Muaro Jambi, sehingga memang perlu kerja keras dari keduanya dan tim sukses untuk menutupi kelemahan masing-masing utamanya dengan cara dan strategi yang tepat dan efektif sekali lagi dengan sisa waktu yang ada.

Kunci kemenangan pilkada 2024 tentu saja tergantung pada penguatan figur dan bagaimana kandidat menekankan bahwa pentingnya soliditas dan kejujuran tim, dengan soliditas dan kejujuran tim maka strategi dan langkah gerak dapat disusun dengan tepat sasaran dan kerja-kerja politik bisa lebih efektif. Namun pada akhirnya kekuatan finansial juga patut diperhitungkan sebagai penggerak dari kerja-kerja politik tersebut, tanpa mengenyampingkan integritas. (*)