Oleh: Dr. Fauzan
Khairazi, MH
Pendahuluan
Perjuangan mempertahankan
kemerdekaan Indonesia tidak hanya berlangsung di pusat-pusat pemerintahan,
tetapi juga di daerah-daerah yang memiliki posisi strategis, termasuk wilayah
Kabupaten Kerinci di Provinsi Jambi. Di antara tokoh pejuang lokal yang dikenal
dalam sejarah masyarakat Kerinci adalah Usman Khalid, seorang putra daerah asal
Koto Majidin yang turut berperan dalam mempertahankan kemerdekaan Republik
Indonesia pada masa revolusi fisik (1945–1949).
Secara nasional, periode revolusi
fisik merupakan fase penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk
mempertahankan kemerdekaan dari upaya rekolonisasi Belanda (Notosusanto, 1984).
Latar Belakang Historis
Setelah Proklamasi Kemerdekaan
Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, Belanda melalui Netherlands Indies
Civil Administration (NICA) berupaya kembali menguasai wilayah Indonesia,
termasuk daerah Sumatra (Notosusanto, 1984). Dalam konteks regional, wilayah
Jambi juga menghadapi tekanan militer dan politik dari upaya tersebut (Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, 1995).
Kerinci sebagai wilayah dataran
tinggi memiliki posisi geografis yang strategis dan relatif sulit dijangkau,
sehingga menjadi salah satu basis pertahanan rakyat. Kondisi geografis dan
sosial wilayah Jambi sebelum dan selama masa kemerdekaan turut memengaruhi pola
perlawanan masyarakat setempat (Pemerintah Provinsi Jambi, 2000).
Dalam situasi tersebut, terbentuk
berbagai laskar rakyat dan satuan keamanan yang kemudian berintegrasi ke dalam
Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia
(Notosusanto, 1984).
Kondisi sosial masyarakat Kerinci
yang kuat dalam nilai gotong royong dan solidaritas adat menjadi faktor penting
dalam menggerakkan perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. Dalam perspektif
metodologi sejarah, dinamika sosial semacam ini menunjukkan adanya partisipasi
kolektif masyarakat dalam proses revolusi (Kuntowijoyo, 2003).
Peran dan Kontribusi Usman
Khalid
Dalam konteks perjuangan
tersebut, Usman Khalid dikenal sebagai salah satu pejuang dari Koto Majidin
yang terlibat aktif dalam upaya mempertahankan kemerdekaan di wilayah Kerinci.
Ia berpartisipasi dalam mobilisasi rakyat dan turut serta dalam aktivitas pertahanan
wilayah dari ancaman pasukan Belanda yang berusaha menguasai kembali daerah
tersebut (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi, 1995).
Perjuangannya tidak hanya
berbentuk keterlibatan fisik dalam perlawanan bersenjata, tetapi juga dalam
membangun semangat nasionalisme dan solidaritas masyarakat. Dalam banyak kasus
perjuangan di daerah, tokoh lokal berperan sebagai penggerak komunitas yang
menjembatani antara struktur militer lokal dan masyarakat sipil (Kuntowijoyo,
1995).
Walaupun dokumentasi tertulis
mengenai kiprah beliau masih terbatas dan lebih banyak tersimpan dalam arsip
lokal serta tradisi lisan masyarakat, keberadaannya tetap diakui sebagai bagian
dari mata rantai perjuangan rakyat Kerinci dalam mempertahankan kemerdekaan
Republik Indonesia (Wawancara Tokoh Masyarakat Koto Majidin, 2024).
Signifikansi Historis
Kajian terhadap tokoh-tokoh lokal
seperti Usman Khalid penting dalam perspektif historiografi Indonesia. Sejarah
nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi perjuangan daerah (Notosusanto,
1984).
Dalam pendekatan historiografi
modern, sejarah lokal memiliki peran strategis dalam memperkaya narasi nasional
dan memperkuat identitas kolektif masyarakat (Kuntowijoyo, 2003). Dengan
demikian, figur Usman Khalid memiliki nilai simbolik sebagai representasi
patriotisme masyarakat Kerinci. Pelestarian memori kolektif terhadap tokoh ini
menjadi bagian dari upaya menjaga warisan sejarah lokal.
Penutup
Usman Khalid merupakan salah satu
pejuang asal Koto Majidin, Kabupaten Kerinci, yang berkontribusi dalam
mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa revolusi fisik. Meskipun sumber
tertulis tentang kiprahnya masih terbatas, perannya dalam konteks perjuangan
daerah menunjukkan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil perjuangan kolektif
dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk para pejuang di daerah terpencil.
Daftar Pustaka
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jambi. (1995). Sejarah Revolusi Kemerdekaan (1945–1949) di Daerah Jambi. Jambi: Depdikbud Provinsi Jambi.
Kuntowijoyo. (1995). Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Bentang Budaya.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Notosusanto, N. (Ed.). (1984). Sejarah Nasional Indonesia Jilid VI. Jakarta: Balai Pustaka.
Pemerintah Provinsi Jambi. (2000). Jambi dalam Sejarah 1500–1942. Jambi: Pemprov Jambi.
Wawancara Tokoh Masyarakat Koto
Majidin. (2024). Sumber lisan.
Jl Usman Khalid di Kota Sungai Penuh. IST 
