Media Jadi Garda Terdepan Menjaga Ketahanan Energi Nasional, Ini Strategi SKK Migas dan Pertamina EP Jambi

Media Jadi Garda Terdepan Menjaga Ketahanan Energi Nasional, Ini Strategi SKK Migas dan Pertamina EP Jambi

BEKABAR.ID, JAMBI - Di tengah tantangan menjaga ketahanan energi nasional, media massa kini tak lagi dipandang sekadar sebagai penyampai informasi. Lebih dari itu, media didorong menjadi garda terdepan dalam membangun pemahaman publik terhadap industri hulu migas yang selama ini menjadi salah satu penopang kebutuhan energi Indonesia.

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan Media Field Trip yang digelar Pertamina EP (PEP) Jambi bersama SKK Migas Sumbagsel dan Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi, Selasa (23/6).

Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun sinergi antara regulator, perusahaan, dan insan pers untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat.

Pjs Field Manager PEP Jambi, Alfian Mayando, mengatakan media memiliki posisi yang sangat strategis dalam menjembatani komunikasi antara industri hulu migas dengan masyarakat.

Di tengah berbagai dinamika sektor energi saat ini, keterbukaan informasi dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap aktivitas industri migas.

"Media bukan hanya saluran penyampai informasi kepada publik, tetapi juga mitra strategis yang berperan dalam membangun pemahaman masyarakat terhadap industri hulu migas. Di tengah berbagai dinamika sektor energi saat ini, keterbukaan informasi dan komunikasi yang konstruktif menjadi kunci untuk menghadirkan gambaran utuh bagaimana perusahaan menjalankan operasi secara selamat, andal, dan bertanggung jawab," kata Alfian.

Melalui kegiatan tersebut, para jurnalis diajak melihat langsung berbagai aktivitas operasional perusahaan, mulai dari kesiapsiagaan Tim Fire & Rescue yang telah tersertifikasi BNSP hingga program pemberdayaan masyarakat melalui budidaya ikan air tawar di Desa Kasang Lopak Alai.

Langkah itu dilakukan agar media memiliki pemahaman yang komprehensif sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

Sementara itu, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagsel, Kurnia Ariwijayanti, menegaskan bahwa hubungan baik dengan media merupakan investasi sosial yang sangat penting bagi industri hulu migas.

Menurutnya, di tengah upaya menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan investasi energi nasional, media memiliki peran besar dalam membangun kesadaran publik mengenai pentingnya sektor migas bagi negara.

"Di tengah fokus industri hulu migas untuk menjaga keberlanjutan produksi dan meningkatkan investasi energi nasional, kami memandang media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai peran SKK Migas dan KKKS dalam mendukung ketahanan energi serta penerimaan negara," ujarnya.

Kurnia menjelaskan, industri hulu migas merupakan sektor yang membutuhkan investasi besar dan memiliki tingkat risiko yang tinggi. Karena itu, dukungan publik menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan operasional di lapangan.

Ia menilai, masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang utuh bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi migas bukan hanya soal pengambilan sumber daya alam, melainkan bagian dari upaya menjaga pasokan energi nasional sekaligus menopang pembangunan negara.

"Melalui media, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami bahwa kegiatan eksplorasi dan produksi migas yang dilakukan KKKS merupakan bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan manfaat bagi negara, mulai dari mendukung kebutuhan energi hingga berkontribusi terhadap pembangunan nasional," jelasnya.

Ketua Forum Jurnalis Migas (FJM) Jambi, Mursyid Sonsang, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, kesempatan melihat langsung aktivitas operasional migas akan membantu insan pers menghasilkan pemberitaan yang lebih akurat, berimbang, dan memiliki nilai edukasi bagi masyarakat.

"Kesempatan untuk melihat langsung aktivitas operasional di lapangan sangat penting bagi insan pers agar dapat memahami proses bisnis hulu migas secara lebih menyeluruh," katanya.

Editor: Sebri Asdian