BEKABAR.ID, KERINCI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto mulai menuai sorotan di Kabupaten Kerinci. Di Kecamatan Air Hangat, sejumlah wali murid mengeluhkan porsi makanan yang diterima siswa dinilai terlalu sedikit dan jauh dari ekspektasi masyarakat terhadap program yang digadang-gadang menjadi solusi peningkatan gizi anak sekolah tersebut.
Keluhan itu mencuat setelah
beredarnya foto menu MBG yang diterima siswa di salah satu sekolah. Dalam foto
yang diterima media ini, terlihat satu porsi makanan berisi nasi putih dalam
jumlah terbatas, beberapa butir telur puyuh sebagai lauk utama, sedikit
tambahan makanan, potongan mentimun, serta makanan penutup.
Foto tersebut langsung memicu
perbincangan di tengah masyarakat. Banyak yang mempertanyakan apakah porsi
tersebut sudah sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat atau
justru menunjukkan adanya persoalan dalam pelaksanaan program di daerah.
Salah seorang wali murid yang
meminta identitasnya dirahasiakan mengaku kecewa dengan menu yang diterima
anaknya. Menurutnya, porsi tersebut dinilai tidak sebanding dengan tujuan besar
program MBG yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa selama
menjalani proses belajar.
"Survei lah MBG yang
dikelola Dewan tu. Dikit nian nasi, telur puyuh beberapa butir. Apakah memang
seperti itu atau kami yang salah?" bebernya, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai program yang
menggunakan anggaran negara tersebut semestinya mampu memberikan asupan yang
lebih layak bagi anak-anak. Apalagi sebagian siswa menjalani aktivitas belajar
sejak pagi hingga siang hari yang membutuhkan kecukupan energi dan nutrisi.
"Kami bukan menuntut mewah.
Tapi kalau namanya program makan bergizi, tentu masyarakat berharap porsinya
cukup dan bisa membantu kebutuhan anak-anak selama di sekolah," ujarnya.
Sorotan publik semakin menguat
setelah muncul informasi yang berkembang di tengah masyarakat bahwa dapur Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program MBG di wilayah Air
Hangat diduga memiliki keterkaitan dengan salah seorang pimpinan DPRD Kabupaten
Kerinci.
Informasi tersebut kini menjadi
bahan perbincangan warga karena menimbulkan pertanyaan mengenai transparansi
pengelolaan program serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada penerima
manfaat.
Sejumlah warga meminta pihak
terkait tidak hanya fokus pada aspek administratif, tetapi juga memastikan
kualitas dan kuantitas makanan yang diterima siswa benar-benar sesuai dengan
tujuan program nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo.
"Kalau memang anggaran dan
standar gizinya sudah ditetapkan pemerintah pusat, maka pelaksanaannya di
lapangan juga harus sesuai. Jangan sampai program yang niatnya baik justru
menimbulkan kekecewaan masyarakat," kata seorang warga Air Hangat.
Program MBG sendiri merupakan
salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi
anak-anak Indonesia, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang
generasi muda.
Karena itu, berbagai pihak
menilai keluhan masyarakat terkait porsi makanan perlu segera ditindaklanjuti
agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap program tersebut.
Hingga berita ini ditayangkan,
pihak pengelola SPPG MBG Air Hangat maupun pihak-pihak terkait lainnya masih
diupayakan konfirmasi untuk memberikan penjelasan mengenai standar porsi
makanan yang diberikan kepada siswa serta menjawab informasi yang berkembang
terkait pengelolaan dapur SPPG tersebut.
Editor: Sebri Asdian


