Hermendizal Disebut Bawa Aset Dinas Kesehatan ke Rumah, dari NMax hingga Sound System

Hermendizal Disebut Bawa Aset Dinas Kesehatan ke Rumah, dari NMax hingga Sound System

BEKABAR.ID, KERINCI - Rumah pribadi Hermendizal disebut-sebut kini menjadi tempat parkir berbagai aset milik Dinas Kesehatan. Mulai dari kendaraan dinas hingga peralatan elektronik diduga dibawa keluar dari kantor dan disimpan di kediamannya.

Informasi itu diungkap sejumlah sumber bekabar.id yang mengetahui kondisi aset di lingkungan Dinas Kesehatan. “Di rumahnya banyak aset dinas,” ujar sumber, Jumat (22/05/26).

Salah satu yang menjadi sorotan adalah sepeda motor Yamaha NMax milik Dinas Kesehatan yang diduga dibawa pulang lalu diganti menggunakan pelat nomor pribadi.

Motor tersebut kini disebut dipakai oleh seorang PPPK di lingkungan Dinas Kesehatan yang diduga merupakan anak kandung Hermendizal sendiri. “Sekarang dipakai anaknya,” kata sumber.

Tak hanya itu, sumber juga menyebut sang menantu ikut menikmati kendaraan yang diduga berasal dari aset dinas, yakni motor jenis KLX. “Kalau menantunya pakai KLX,” ujarnya.

Tak berhenti pada kendaraan, Hermendizal juga disebut membawa sejumlah peralatan elektronik milik dinas ke rumah pribadinya.

Di antaranya sound system hingga dua unit organ tunggal yang disebut berasal dari Dinas Kesehatan. “Orgen ada dua unit di rumah,” ungkap sumber.

Dugaan penguasaan aset negara untuk kepentingan pribadi itu memunculkan tanda tanya besar. Sebab seluruh kendaraan dan perlengkapan dinas seharusnya digunakan untuk operasional pelayanan publik, bukan dipakai keluarga pejabat.

Apalagi jika benar kendaraan dinas diganti pelat menjadi pelat pribadi. Praktik itu dinilai dapat mengaburkan status aset milik negara.

Hingga berita ini diturunkan, Hermendizal yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirim belum dibalas.

Sementara, Aktivis Kerinci Askar Putra mendesak Bidang Aset Pemerintah Kabupaten segera turun tangan menelusuri dugaan penguasaan aset Dinas Kesehatan oleh Hermendizal. Ia meminta seluruh kendaraan dan barang milik negara yang disebut berada di rumah pribadi segera disita dan diamankan untuk dilakukan pemeriksaan.

“Kalau benar aset dinas dibawa ke rumah pribadi lalu dipakai keluarga, Kabid Aset jangan diam. Segera tarik dan sita seluruh aset yang diduga dikuasai secara tidak sah,” tegas Askar, Jumat (22/05/26).

Menurut Askar, persoalan tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut barang yang dibeli menggunakan uang rakyat. Ia menilai kendaraan dinas maupun peralatan operasional negara tidak boleh berubah fungsi menjadi fasilitas pribadi pejabat.

“Ini bukan barang pribadi. Itu dibeli dari APBD, uang masyarakat. Jangan sampai aset negara dipakai seperti milik keluarga sendiri,” katanya.

Askar juga menyoroti dugaan pergantian pelat kendaraan dinas menjadi pelat pribadi. Jika benar terjadi, ia menilai tindakan tersebut sangat serius karena berpotensi mengaburkan status aset negara.

“Kalau memang pelat dinas diganti jadi pelat pribadi, itu sudah sangat berbahaya. Itu bukan sekadar pelanggaran etika birokrasi, tapi bisa masuk dugaan penyamaran aset negara,” ujarnya.

Ia meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum ikut melakukan pengecekan fisik terhadap seluruh aset Dinas Kesehatan, termasuk mencocokkan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.

“Cek semua asetnya. Jangan cuma di atas kertas. Turun langsung ke lapangan, lihat di mana kendaraan berada, siapa yang pakai,” katanya.

Menurut Askar, dugaan penguasaan aset oleh oknum pejabat menjadi ironi di tengah kondisi pelayanan publik yang masih banyak dikeluhkan masyarakat.

“Rakyat susah dapat pelayanan maksimal, tapi aset negara malah diduga dipakai untuk kepentingan keluarga. Ini yang bikin kepercayaan publik rusak,” ucapnya.

Ia juga meminta Bupati dan Sekda tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Sebab jika dibiarkan, praktik serupa dikhawatirkan akan dianggap lumrah di lingkungan birokrasi.

“Kalau ini dibiarkan, nanti pejabat lain ikut-ikutan membawa aset dinas ke rumah. Negara bisa kalah dengan kepentingan pribadi,” tutupnya.

Asal tahu saja, nama Hermendizal semakin menjadi sorotan setelah dirinya terseret ke dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Kerinci 2024. Dalam persidangan Selasa (21/01/24) lalu, Hermendizal disebut mendukung secara aktif pasangan calon bupati dan wakil bupati Darmadi-Darifus.

Editor: Sebri Asdian