BEKABAR.ID, JAMBI - Kepulangan Nindya Eltsani Fawwaz, anggota Paskibraka Nasional 2025 asal Jambi, seharusnya menjadi momen bersejarah yang penuh kebanggaan. Siswi SMAN 2 Sungai Penuh itu telah mengharumkam nama Jambi di panggung tertinggi upacara kenegaraan di Istana Merdeka, sebuah prestasi yang tentu mengharumkan nama Provinsi. Namun alih-alih disambut dengan penghormatan, kepulangannya justru diwarnai ironi yang membuat publik tercengang.
Hingga Kamis (28/08/25), Pemerintah Provinsi Jambi tak kunjung memberikan penyambutan resmi atau apresiasi khusus bagi Nindya. Fakta ini membuat warganet ramai menyayangkan sikap Pemprov, yang dinilai abai terhadap prestasi generasi emas Jambi.
Perbandingan pun mencuat dengan daerah tetangga seperti Sumatera Barat, di mana Paskibraka Nasional asal daerah tersebut mendapat sambutan langsung dari kepala daerah serta penghargaan khusus. Kontras inilah yang membuat kekecewaan masyarakat Jambi semakin dalam.
Aktivis mahasiswa Jambi, Askar Putra, turut angkat bicara. Menurutnya, capaian Nindya adalah prestasi monumental yang seharusnya dirayakan bersama, bukan diabaikan begitu saja.
“Kita harus jujur, sikap Pemprov Jambi sangat mengecewakan. Seorang anak daerah yang mampu berdiri di Istana Negara bukan hanya membanggakan keluarganya, bukan hanya untuk Sungai Penuh, tetapi untuk seluruh masyarakat Jambi. Bayangkan, di usia muda Nindya sudah membuktikan bahwa anak-anak Jambi punya daya saing nasional. Lalu mengapa Pemprov justru diam? Apakah apresiasi untuk anak berprestasi harus menunggu viral dulu di media sosial? Ini pertanyaan serius bagi pemerintah daerah kita,” culutuk Askar.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa apresiasi bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk komitmen pemerintah untuk merawat semangat generasi muda Jambi.
“Hari ini, Nindya berhasil menorehkan tinta emas untuk Jambi. Jika pemerintah tidak hadir untuk merayakan prestasi seperti ini, maka kita takutkan generasi muda akan merasa tidak dihargai," bebernya.
Dia menambahkan, kalau sikap begini dibudayakan, anak-anak yang berjuang di bidang akademik, olahraga, seni, bahkan di panggung nasional bisa merasa bahwa kerja keras mereka sia-sia.
"Pemprov harus sadar, prestasi bukan hanya milik individu, tapi cermin wajah daerah. Dan wajah Jambi hari ini sedang dipertanyakan,” ucapnya.
Askar juga menegaskan bahwa Gubernur Al Haris semestinya turun langsung memberikan penghargaan, bukan membiarkan anak daerah yang mengharumkan nama Jambi berjalan tanpa perhatian. “Pak Gubernur harus sadar, tugasnya bukan sekadar mengurus pembangunan fisik, tapi juga membangun mental dan harga diri daerah melalui penghargaan kepada generasi muda berprestasi,” tukasnya.
Editor: Sebri Asdian