BEKABAR.ID, TANJABBARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., secara resmi menerima kunjungan kerja Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate Kementerian Pertanian (Kementan) RI Letjen TNI (Purn) Ida Bagus Purwalaksana, di ruang kerja Wakil Bupati pada Jumat (22/05).
Kunjungan kerja ini dipimpin
langsung oleh Tenaga Ahli Menteri Bidang Food Estate Pertanian RI Letjen TNI
(Purn) Ida Bagus Purwalaksana, didampingi Balai Besar Penerapan Modernisasi
Pertanian (BBRMP) Jambi, Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor, Balai Pelatihan
Pertanian Jambi, serta Wabup Turut didampingi Staf Ahli Bidang Ekonomi dan
Pembangunan, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan serta tamu undangan lainnya
yang hadir dalam rangka peninjauan langsung efektivitas dan progres program
strategis Kementan di wilayah Jambi, khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung
Barat.
Dalam pemaparannya, pihak
Kementan RI menyampaikan bahwa peninjauan difokuskan pada tiga program utama:
1. Peningkatan Kualitas
Pembibitan Kopi: Memastikan kuantitas dan kualitas bibit kopi unggul sebelum
didistribusikan guna mendongkrak ekonomi masyarakat lokal.
2. Optimalisasi Lahan (Oplah)
Padi 2024: Mendorong indeks pertanaman (IP) dari yang sebelumnya hanya 1 kali
tanam menjadi menuju 3 kali tanam dalam setahun (IP 300) demi mewujudkan
swasembada pangan daerah.
3. Koordinasi Kewilayahan:
Bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat demi mengikis hambatan
birokrasi di lapangan agar implementasi program pusat berjalan lancar.
Sementara itu Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, menyambut hangat kedatangan rombongan Kementan RI dan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian besar pusat terhadap sektor pertanian di Tanjab Barat, khususnya pada tiga komoditas andalan daerah: kopi, kelapa, dan padi."Kami mengucapkan banyak terima kasih atas pelatihan dan bantuan dari Kementerian Pertanian. Tanjab Barat siap bersinergi, termasuk dalam pembentukan Brigade Pangan untuk mengawal peningkatan produktivitas padi serta memperluas areal tanam," ujar Wabup Katamso.
Usulan Strategis Pemkab Tanjab
Barat ke Pusat
Dalam kesempatan tersebut, Wabup
Katamso juga menyampaikan dua usulan krusial kepada Staf Ahli Menteri Pertanian
demi keberlanjutan hajat hidup para petani di Tanjab Barat seperti Revitalisasi
Sistem Pengairan (Infrastruktur Sungai) Pemkab memohon bantuan perbaikan
pengairan di beberapa kecamatan rawan banjir, seperti Kecamatan Pengabuan, Bram
Itam, hingga Batara karena Hal ini dinilai mendesak agar bantuan bibit dari
pusat tidak mati akibat genangan air.
"Penetapan Harga Enceran
Bawah (Floor Price) Kelapa: Mengingat mayoritas masyarakat Tanjab Barat adalah
petani kelapa, Pemkab mengusulkan adanya kebijakan floor price minimal
Rp5.000,- per butir demi menjaga stabilitas harga dan melindungi kesejahteraan
petani dari fluktuasi pasar" katanya.
?Pertemuan yang berlangsung
hangat dan produktif ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk mempercepat
koordinasi teknis antara dinas terkait di daerah dengan jajaran Kementerian
Pertanian RI, sehingga target swasembada pangan di Tanjung Jabung Barat dapat
segera terealisasi. (*)


