BEKABAR.ID, SUNGAIPENUH – Sebuah gerakan sederhana yang lahir dari semangat kepedulian sosial masyarakat berhasil mengantarkan Kota Sungai Penuh menorehkan berbagai prestasi di tingkat nasional. Melalui Gerakan 3S (Segenggam Beras, Sebutir Telur, dan Seribu Rupiah), Pemerintah Kota Sungai Penuh memperoleh apresiasi atas komitmennya dalam percepatan penurunan stunting, pengentasan kemiskinan, serta penguatan budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Keberhasilan tersebut mendapat pengakuan luas hingga tingkat nasional. Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH, secara langsung menyerahkan penghargaan kepada Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, yang menjadi penggagas Gerakan 3S. Program tersebut dinilai berhasil menggerakkan partisipasi masyarakat dalam membantu keluarga berisiko stunting, ibu dan anak yang membutuhkan perhatian khusus, hingga warga lanjut usia yang memerlukan dukungan sosial.
Gerakan yang mengandalkan kontribusi kecil namun dilakukan secara bersama-sama itu terbukti mampu menghadirkan dampak besar bagi masyarakat. Melalui semangat kebersamaan, ribuan bantuan berhasil disalurkan kepada kelompok rentan sehingga mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Tak hanya mendapat apresiasi di tingkat daerah, Komunitas 3S Juara (Maju, Adil, dan Sejahtera) bersama mitra lembaga swadaya masyarakat serta komunitas Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) juga berhasil meraih penghargaan bergengsi dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dengan predikat Gold, sebuah pengakuan atas kontribusi nyata dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting.
Wali Kota Alfin menyebut keberhasilan Gerakan 3S menjadi bukti bahwa perubahan besar tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar. Menurutnya, kepedulian sosial yang tumbuh dari masyarakat justru menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang dihadapi daerah.
“Gerakan 3S membuktikan bahwa langkah kecil dan sederhana dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat. Ketika kepedulian tumbuh dan dilakukan secara bersama-sama, maka manfaatnya akan dirasakan oleh banyak orang,” ujar Alfin saat memimpin apel peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), Rabu (20/5/2026), di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh.
Pada kesempatan tersebut, Alfin juga mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi masyarakat, dunia usaha, dan seluruh lapisan masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong sebagai modal utama pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting dan kemiskinan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.
“Semangat kebersamaan yang telah terbangun melalui Gerakan 3S harus terus dipertahankan. Inilah kekuatan masyarakat Sungai Penuh yang sesungguhnya, saling membantu dan bergandengan tangan untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.
Keberhasilan Gerakan 3S turut mengantarkan Pemerintah Kota Sungai Penuh meraih Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 kategori Juara I dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas inovasi dan komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Penghargaan tersebut diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, SE., MM., sebagai representasi keberhasilan kolaborasi seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.
Tidak hanya di bidang sosial dan pembangunan manusia, pada kesempatan yang sama Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menerima Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Komunal Lagu Daerah dari Kementerian Hukum Republik Indonesia. Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan sekaligus perlindungan hukum terhadap warisan budaya daerah agar tetap terjaga dan lestari di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian penghargaan yang diterima tersebut menjadi bukti bahwa Kota Sungai Penuh tidak hanya berhasil menghadirkan inovasi dalam pembangunan sosial, tetapi juga mampu menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah. Ke depan, Pemerintah Kota Sungai Penuh berkomitmen untuk terus memperkuat program-program berbasis partisipasi masyarakat guna mewujudkan kota yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.(*)


