Oleh:
Aras Satria Agusta, S.IP., M.A.
Akademisi
Pengabdian kepada masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi merupakan amanah moral, sosial, dan spiritual. Tema “Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Penguatan Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan” mengandung pesan mendalam bahwa keberlanjutan lingkungan bukanlah sekadar isu teknis, melainkan cermin dari kesadaran kolektif kita untuk menjaga bumi sebagai titipan Tuhan bagi generasi mendatang.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A‘raf ayat 56: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” Ayat ini mengingatkan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah, dan kerusakan alam merupakan bentuk pengingkaran terhadap amanah Ilahi.
Dari sudut pandang akademik, penguatan tata kelola lingkungan berkelanjutan memerlukan tiga fondasi utama:
1. Partisipasi Masyarakat Pemberdayaan harus melibatkan masyarakat sebagai subjek, bukan sekadar objek, sehingga mereka memiliki rasa kepemilikan (sense of ownership) terhadap lingkungan yang dijaga.
2. Kolaborasi Multipihak Dosen, mahasiswa, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha perlu berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif yang kontekstual dan berkelanjutan.
3. Integrasi Nilai dan Pengetahuan Kearifan lokal, prinsip etika, serta pengetahuan ilmiah harus disinergikan agar program pemberdayaan tidak hanya efektif secara teknis, tetapi juga diterima secara sosial dan budaya.
Kegiatan Kukerta bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan sebuah laboratorium sosial di mana mahasiswa belajar langsung mengelola tantangan nyata, membangun jejaring, serta mengasah empati dan kepedulian. Setiap langkah pengabdian, setiap tetes keringat, dan setiap gagasan yang ditelurkan dapat menjadi amal jariyah—memberi manfaat yang terus mengalir baik di dunia maupun di akhirat.
Dengan demikian, program ini tidak hanya membentuk insan akademik yang kompeten, tetapi juga pribadi yang jujur, adil, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Sebuah harapan besar tertanam di sini: lahirnya generasi yang tidak hanya pandai berteori, tetapi juga piawai mengimplementasikan ilmunya demi kemaslahatan bumi dan penghuninya.