BEKABAR.ID, KERINCI – Kerinci Bakaritah 2026 menjadi salah satu upaya menghidupkan kembali kebiasaan bersepeda yang pernah lekat dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Kerinci, Jambi.
Kegiatan yang dipusatkan di Dermaga Danau Kerinci, Sanggaran Agung pada Sabtu (24/10/2026) ini merupakan bagian dari Festival Budaya Kerinci 2026 bertema Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya. Bupati Kerinci Monadi dan Wakil Bupati Murison turut bersepeda bersama masyarakat.
Kerinci Bakaritah mengangkat kembali kebiasaan lama ketika sepeda menjadi salah satu sarana transportasi masyarakat. Kini, bersepeda juga menjadi pilihan aktivitas untuk menjaga kebugaran sekaligus mempererat hubungan sosial.
Bupati Kerinci Monadi mengatakan, kegiatan tersebut bukan hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga upaya menjaga kebiasaan positif yang diwariskan generasi terdahulu.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh orang tua kita terdahulu,” kata Monadi.
Menurutnya, nilai kesederhanaan, kemandirian, dan kebersamaan yang melekat pada kebiasaan bersepeda perlu tetap dipertahankan di tengah perubahan zaman.
Monadi berharap Kerinci Bakaritah dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari agenda budaya Kabupaten Kerinci. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebiasaan positif yang diwariskan para pendahulu.
“Melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga kesenian dan tradisi, tetapi juga mempertahankan kebiasaan positif yang memiliki manfaat bagi kehidupan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci Murison menilai pelestarian budaya perlu diwujudkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, tradisi akan tetap relevan apabila generasi muda ikut mengenal dan mempraktikkannya.
“Kita ingin kegiatan seperti Kerinci Bakaritah ini tidak hanya ramai saat festival. Yang terpenting adalah bagaimana semangat kebersamaan, pola hidup sehat, dan kecintaan terhadap tradisi daerah bisa terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.
Murison juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga tradisi agar pelestarian budaya tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Selain aspek budaya dan kesehatan, kegiatan di kawasan Danau Kerinci juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi wisata daerah. Dampaknya terhadap perekonomian warga, termasuk pelaku usaha kecil di sekitar lokasi, menjadi salah satu hal yang perlu dilihat untuk mengukur manfaat kegiatan tersebut,” tukas dia.
Editor: Sebri Asdian











Komentar