Solidaritas Paguyuban Mahasiswa Kerinci - Sungai Penuh, Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor

Solidaritas Paguyuban Mahasiswa Kerinci - Sungai Penuh, Bantu Korban Banjir dan Tanah Longsor

BEKABAR.ID, KERINCI - Solidaritas tumbuh kuat di antara Himpunan Mahasiswa Kerinci Sungai Penuh (HMKS), Ikatan Mahasiswa Kerinci (IMK), dan Ikatan Mahasiswa Daerah (IMD) dalam aksi donasi untuk membantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kegiatan turun lapangan ini dilaksanakan dari tanggal 3 hingga 7 Januari 2024 dan melibatkan mahasiswa dari berbagai universitas di Sumatera Barat, khususnya mahasiswa asal Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Aksi donasi ini digelar di Masjid Raya Sumatera Barat dan sepanjang jalan, mencerminkan kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak musibah banjir dan longsor. Musibah ini, yang terjadi pada akhir tahun 2023 hingga awal tahun 2024, disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai, menciptakan kondisi sulit di Kabupaten Kerinci.

Hudmi, Ketua HMKS, menekankan pentingnya solidaritas di tengah krisis ini. "Kami merasa perlu bersatu dalam momen sulit ini; tanah kelahiran kami sedang ditimpa musibah. Semua mahasiswa dari berbagai universitas bersama-sama mendukung dan menyemangati saudara-saudara di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh," ujarnya.

Selama lima hari open donasi, mahasiswa turun ke lapangan mendekatkan diri dengan masyarakat setempat, mengajak partisipasi, dan menyebarkan informasi mengenai aksi donasi. Masjid Raya Sumatera Barat menjadi pusat kegiatan, di mana para relawan menyediakan informasi dan menerima donasi.

Alfa Rehan, mahasiswa Universitas Negeri Padang yang terlibat, mengungkapkan perasaannya dengan empati dan tanggung jawab. "Saat berada di tengah-tengah masyarakat yang terdampak, saya merasakan gelombang emosi campur aduk. Melihat rumah-rumah yang terendam air, lahan pertanian yang hancur, dan wajah-wajah masyarakat yang tampak kelelahan membuat hati ini terenyuh. Mereka mengalami situasi yang sulit dan kehilangan banyak hal," ujarnya.

Pada hari terakhir aksi donasi, mahasiswa mengadakan acara penutupan di Masjid Raya Sumatera Barat yang dihadiri oleh perwakilan dari berbagai universitas. Ketua HMKS, Hudmi, kembali menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam aksi donasi ini.

Dalam aksi donasi ini, sekitar 132 paket sembako disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan obat-obatan juga diberikan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Sungai Penuh untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan kesehatan.

HMKS, IMK, dan IMD menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah menyumbangkan rejeki mereka untuk membantu korban banjir dan longsor di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. "Donasi ini telah kami salurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, dilaksanakan di beberapa titik banjir di Kerinci dan Sungai Penuh," ujar Hudmi, Ketua HMKS.

Aksi donasi ini, didukung oleh IMK dan IMD, menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran yang signifikan dalam membantu masyarakat di saat-saat sulit. Keberhasilan aksi ini bukan hanya diukur dari jumlah donasi yang terkumpul, tetapi juga dari solidaritas dan persatuan yang tumbuh di antara mahasiswa Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Sumatera Barat.

Semangat gotong-royong ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk saling mendukung dan bergotong-royong di tengah cobaan.

Semoga kegiatan semacam ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas, bahwa bersatu dalam kebaikan adalah kunci untuk mengatasi cobaan dan membangun kembali ketahanan bersama.(*)