Positif Covid-19 Klaster PetroChina Kian Melonjak, Ini Jumlahnya

Positif Covid-19 Klaster PetroChina Kian Melonjak, Ini Jumlahnya

BEKABAR.ID, TANJAB BARAT - Jumlah karyawan PetroChina terpapar Covid-19 melonjak drastis. Hanya berselang satu hari, jumlah karyawan dan subkontraktor yang terkonfirmasi positif menjadi 20 orang.

Hal itu dibenarkan sekda kabupaten Tanjab Barat Agus Sanusi saat dikonfirmasi langsung awak Media. (29/7/2020).

"Berdasarkan keterangan pihak Petro China saat rapat bersama tim gugus (28/7), untuk saat ini jumlah karyawan dan subkontraktor yang terkonfirmasi positif Corona sebanyak 20 orang," kata Sekda.

Dijelaskannya juga, dari 20 karyawan dan subkontraktor yang terkonfirmasi positif Corona ini hanya 2 orang yang menunjukan gejala.

"Hanya dua orang yang bergejala, sedangkan 18 orang lainnya terkonfirmasi positif tampa gejala, atau dalam istilah penanganan covid yaitu orang tampa gejala ( OTG )," jelas Agus.

Ia juga menambahkan, saat ini semua yang terkonfirmasi positif sedang di isolasi di Jambi. Sebanyak 16 orang di isolasi di rumah sakit Siloam, sedangkan sisanya di Rumah sakit Raden Mattaher.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil rapat bersama tim gugus tugas penanganan covid 19 kabupaten Tanjab Barat, pihak PetroChina berjanji akan kooperatif dalam menyampaikan perkembangan terkait penangan pandemi ini.

"Mereka (Red-Petro China) berjanji akan bekerja sama dengan tim gugus untuk mengatasi soal covid ini, termasuk mengisolasi karyawan yang ada di dalam perusahaan saat ini," tegas Sekda.

Sebelumnya diberitakan reaksi dari anggota DPRD kabupaten Tanjab Barat terkait penangan covid 19 yang dilakukan secara mandiri oleh pihak PetroChina. Bahkan dewan bersama tim gugus tugas langsung kroscek kelokasi.

"Kita sudah cek langsung bersama tim gugus tugas, ruangan dan tempat yang di sediakan prusahaan PetroChina, disana kita melihat langsung bahwa paslitas yang di siapkan prusahaan sangat tidak layak," kata Sufrayogi Saipul.

Menurutnya juga, selain sidak yang dilakukan tim gugus tugas dan dewan tersebut juga mendengarkan kan langsung keluhan dari karyawan yang di isolasi.

"Mereka seperti di penjara saja, tidak di kasih minum, tidak di kasih vitamin sangat miris kami mendengar nya," sebut Sufrayogi.

Ke khawatiran Dewan dan tim gugus tugas tugas terkait penanganan covid 19 di PetroChina ternyata bukan tampa alasan. Pasalnya, sejak dinyatakan ada 4 karyawan terkonfirmasi positif nyaris setiap hari terjadi penambahan jumlah karyawan yang terkonfirmasi positif. (seb)