BEKABAR.ID, JAMBI – Kericuhan yang terjadi di Kampus UIN STS Jambi baru-baru ini menyita perhatian publik. Namun di balik gesekan tersebut, banyak pihak menilai bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari dinamika kaderisasi yang hampir setiap tahun terjadi di kampus tersebut.
Fenomena seperti ini menunjukkan bahwa semangat kaderisasi di UIN STS Jambi masih hidup dan kuat. Dua organisasi besar yang kerap berada di garis depan pergerakan mahasiswa, yakni HMI dan PMII, hingga kini tetap berdiri tegap setelah puluhan tahun hadir di kampus. Eksistensi keduanya bahkan sangat dominan dan saling melengkapi dalam menghidupkan iklim kaderisasi mahasiswa.
“Tanpa HMI, kaderisasi di PMII akan terasa hambar, begitu pula sebaliknya. Keduanya saling membutuhkan untuk membangkitkan semangat kaderisasi,” ujar Jovan, Ketua 2 PMII Kerinci.
Namun, Jovan juga mengingatkan pentingnya mengelola fanatisme agar tidak berkembang ke arah yang merugikan. “Fanatisme berlebihan harus diperhatikan, jangan sampai mengarah pada anarkisme. Kaderisasi itu semestinya menjadi sarana membentuk pemimpin muda yang berintegritas, bukan ajang perpecahan,” tegasnya.
Kericuhan ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bersama, bahwa perbedaan cara pandang dalam proses kaderisasi bukanlah alasan untuk memecah belah, melainkan energi yang bisa diarahkan untuk membangun budaya organisasi yang lebih sehat, kritis, dan konstruktif. (*)