BEKABAR.ID, TANJABBARAT - Pemerintah Desa Terjun Gajah, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas PetroChina International Jabung Ltd atas dukungan dan kepeduliannya terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat desa melalui program corporate social responsibility (CSR).
Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pengembangan peternakan kambing Etawa yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pujiku Artomoro. Program ini dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Kepala Desa Terjun Gajah, Anto Hasibuan, mengatakan program peternakan kambing Etawa yang dibina PetroChina telah memberikan dampak positif bagi warga, khususnya dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan menggerakkan roda perekonomian desa.
Menurutnya, sejak awal program berjalan, pihak desa bersama BUMDes mendapatkan dukungan permodalan dari PetroChina serta pendampingan dari Universitas Jambi (Unja) dalam pengelolaan dan pengembangbiakan ternak.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena BUMDes kami mendapat pembinaan dari PetroChina untuk mengembangkan peternakan kambing Etawa di wilayah Desa Terjun Gajah, khususnya Betara 8. Pada tahun pertama kami diberikan bantuan permodalan sekaligus pendampingan dari Unja, dan Alhamdulillah pengembangbiakan kambing Etawa ini berhasil,” ujar Anto Hasibuan.
Ia menilai kehadiran program CSR tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Selain membantu pengembangan usaha peternakan, program itu juga dinilai mampu menciptakan perputaran ekonomi yang lebih baik di lingkungan desa.
“Sejak BUMDes ini bergerak, masyarakat sudah mulai merasakan manfaatnya. Banyak kambing hasil ternak warga yang sudah terjual, dan itu sangat membantu ekonomi keluarga. Masyarakat tentu merasa bangga karena program ini benar-benar memberi dampak nyata,” katanya.
Anto berharap program bantuan ternak kambing Etawa tersebut dapat terus berlanjut dan dikembangkan secara berkesinambungan agar manfaat ekonominya semakin luas dirasakan masyarakat.
Menurut dia, sektor peternakan memiliki prospek yang cukup menjanjikan sebagai investasi jangka panjang bagi warga desa. Apalagi harga jual kambing Etawa relatif tinggi dan memiliki pasar yang stabil.
“Bantuan ini sangat membantu tambahan pemasukan masyarakat. Untuk kambing jantan harganya bisa mencapai Rp3 juta lebih per ekor, sementara kambing betina di atas Rp1 juta. Kalau terus dikembangkan dan dipelihara dengan baik, tentu akan menjadi sumber ekonomi yang sangat potensial bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)


