BEKABAR.ID, JAMBI - Kondisi Jembatan Gentala Arasy, salah satu ikon wisata Kota Jambi, menuai sorotan. Minimnya penerangan di sepanjang jembatan pada malam hari disebut membuat kawasan tersebut berubah menjadi lokasi pasangan muda-mudi berpacaran, bahkan diduga melakukan aksi tidak senonoh.
Sejumlah pengunjung mengaku kecewa karena suasana wisata yang seharusnya nyaman justru terganggu. Selain gelap gulita akibat lampu penerangan yang tidak berfungsi, banyak pasangan terlihat duduk berduaan di sudut-sudut jembatan hingga larut malam.
Nuril, warga Sarolangun yang datang bersama keluarganya untuk berwisata dan berfoto di Jembatan Gentala Arasy, mengaku terkejut dengan kondisi yang ditemuinya.
Ia mengatakan suasana gelap membuat jembatan tidak lagi nyaman dikunjungi keluarga. Di sejumlah titik, ia melihat pasangan muda-mudi duduk berduaan, bahkan ada yang saling berpelukan.
"Sangat malu sekali saya melihatnya. Saya datang dari Sarolangun bersama keluarga untuk berwisata dan berfoto, tapi malah gelap sekali karena tidak ada lampu. Di sana juga banyak pasangan muda-mudi pacaran di tempat gelap," kata Nuril, Selasa (14/7/2026).
Karena merasa tidak nyaman, Nuril memilih mengurungkan niat menikmati kawasan wisata tersebut dan langsung pulang bersama keluarganya.
Menurutnya, pemerintah perlu memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jembatan Gentala Arasy agar tidak kehilangan citra sebagai destinasi wisata kebanggaan Jambi.
"Ini ikon wisata Jambi, jadi tolong diperhatikan pemerintah supaya tidak menjadi tempat mesum. Apalagi lokasinya berada tepat di depan rumah dinas Gubernur Jambi," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan para juru parkir yang setiap malam bertugas di kawasan tersebut. Mereka mengaku sering melihat pasangan muda-mudi menghabiskan waktu berdua di atas jembatan hingga larut malam.
Minimnya penerangan dinilai membuat aktivitas pengawasan semakin sulit dilakukan.
"Kami juga sangat resah. Kalau bisa pihak berwajib lebih rutin melakukan pengawasan supaya ikon wisata ini tidak tercoreng oleh perbuatan yang tidak senonoh," ujar salah seorang juru parkir.
Sementara itu, Fahmi, warga Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, mengaku kecewa saat mengajak anaknya berkunjung ke Jembatan Gentala Arasy pada malam hari.
Ia berharap pemerintah segera memperbaiki lampu penerangan dan meningkatkan pengamanan agar kawasan wisata tersebut kembali ramah bagi keluarga.
"Memalukan sekali. Jembatan gelap, ditambah banyak pasangan muda-mudi berduaan di tempat yang minim penerangan. Kami berharap keamanan diperketat dan lampu segera diperbaiki," katanya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab padamnya lampu penerangan di Jembatan Gentala Arasy maupun langkah pengawasan yang akan dilakukan di kawasan wisata tersebut. (*)


