BEKABAR.ID, KERINCI – Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah milik Wataniah di Desa Koto Salak, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Kerinci. Bupati Kerinci Monadi bersama Wakil Bupati Murison turun langsung menyerahkan bantuan kepada korban, Senin (28/9/2026).
Rumah tersebut terbakar pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 01.30 WIB. Kobaran api yang muncul dini hari dengan cepat membesar hingga melahap hampir seluruh bangunan.
Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara swadaya sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran. Namun, besarnya kobaran membuat upaya warga tidak mampu menyelamatkan rumah tersebut.
“Sejak awal api membesar, warga sudah berusaha membantu. Tapi api cepat sekali membesar, kami berharap petugas segera datang,” ujar Yoki, salah seorang warga.
Warga lainnya juga menyebut saat armada pemadam tiba, kondisi rumah sudah hampir seluruhnya terbakar. Petugas kemudian melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke rumah di sekitarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik.
Mengetahui musibah tersebut, Monadi bersama Murison dan sejumlah dinas terkait mendatangi korban untuk menyerahkan bantuan.
“Musibah ini tentu menjadi cobaan berat bagi keluarga yang terdampak. Pemerintah daerah hadir untuk memberikan perhatian dan membantu meringankan beban korban. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan setelah kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran,” ucapnya.
Monadi juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang bersumber dari instalasi listrik di rumah.
“Kami berharap keluarga yang tertimpa musibah tetap kuat dan tabah. Pemerintah daerah akan berupaya mengoordinasikan dukungan melalui dinas terkait agar kebutuhan korban dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan,” imbuhnya.
Peristiwa kebakaran ini kembali menjadi pengingat bahwa musibah dapat terjadi sewaktu-waktu. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta kesiapsiagaan warga menjadi hal penting untuk mengurangi risiko kebakaran di kawasan permukiman.
Sementara itu, pendataan kerugian akibat kebakaran masih diperlukan untuk mengetahui secara pasti dampak yang dialami keluarga korban.
Editor: Sebri Asdian













Komentar