BEKABAR.ID, TANJABBARAT – Kondisi fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian Ketua DPRD Tanjung Jabung Barat, Hamdani, saat turun ke daerah pemilihannya. Dalam agenda reses Masa Persidangan Kedua Tahun 2025-2026, Hamdani tidak hanya menyerap keluhan warga, tetapi juga meninjau langsung SDN 162 Tanjab Barat dan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) Desa Kampung Baru.
Peninjauan dilakukan pada Jumat (6/2/2026) di Desa Kampung Baru, Kecamatan Batang Asam. Langkah itu menjadi bagian dari upaya melihat kondisi fasilitas pelayanan dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Hamdani mengatakan, reses merupakan kesempatan bagi anggota DPRD untuk mengetahui persoalan yang dihadapi warga secara langsung. Aspirasi yang disampaikan masyarakat, menurutnya, harus ditindaklanjuti melalui pembahasan dan perencanaan anggaran daerah.
“Persoalan yang disampaikan masyarakat harus kita dengarkan dan cermati. Terutama menyangkut kebutuhan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur. Kami akan melihat mana yang paling mendesak dan memungkinkan untuk diperjuangkan sesuai mekanisme anggaran,” kata Hamdani.
Politisi PDI Perjuangan itu menyebut aspirasi selama reses akan dihimpun untuk diperjuangkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2026 maupun APBD Tahun Anggaran 2027. Namun, realisasinya tetap harus mempertimbangkan skala prioritas, kemampuan keuangan daerah, serta ketentuan perencanaan pembangunan.
Selain meninjau fasilitas pendidikan dan kesehatan, Hamdani menggelar pertemuan dengan masyarakat Desa Kampung Baru pada Rabu (4/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung di Warung Teh Telur itu dihadiri kepala desa, perangkat desa, BPD, ketua RT, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga.
Agenda reses kemudian berlanjut ke Desa Gemuruh, Kecamatan Tungkal Ulu, pada Jumat (6/2/2026) siang. Sejumlah unsur masyarakat hadir, mulai dari pemerintah desa, BPD, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, nelayan hingga anggota PKK.
Pada malam harinya, Hamdani juga berdialog dengan Komunitas Seniman Tanjung Jabung Barat (KSTJB) di Warung Bakso Rizki, Desa Kampung Baru. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pelaku seni untuk menyampaikan masukan terkait perkembangan seni dan budaya daerah.
Hamdani menilai aspirasi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik. Dukungan terhadap kegiatan sosial, pemberdayaan pemuda, serta ruang bagi komunitas seni dan budaya juga perlu mendapat perhatian dalam pembangunan daerah.
“Setiap kelompok masyarakat memiliki kebutuhan dan persoalan yang berbeda. Karena itu, masukan dari warga, nelayan, pemuda, hingga komunitas seni juga penting untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan,” ujarnya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung pada 3-8 Februari 2026 di Daerah Pemilihan IV yang meliputi Kecamatan Tungkal Ulu, Tebing Tinggi, dan Batang Asam. (*)








Komentar