BEKABAR.ID, JAKARTA – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E. melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU., di Ruang Kerja Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, Rabu (5/8).
Audiensi tersebut menjadi
momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung
Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam meningkatkan kualitas sumber daya
manusia, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat perlindungan bagi tenaga
kerja di daerah.
Dalam paparannya, Wakil Bupati
menjelaskan bahwa Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki potensi strategis
yang didukung keunggulan sumber daya alam serta posisi geografis yang
berhadapan langsung dengan jalur perdagangan internasional Selat Malaka. Daerah
ini juga memiliki dua Objek Vital Nasional (Obvitnas) sektor migas, yakni
Betara Gas Plant yang dikelola PetroChina International Jabung Ltd. dan Akatara
Gas Processing Facilities milik Jadestone Energy Lemang Pte. Ltd.
Selain menjadi salah satu sentra
produksi kelapa, pinang, kelapa sawit, dan perikanan di Provinsi Jambi, Tanjung
Jabung Barat juga memiliki potensi besar pada sektor perdagangan, jasa,
transportasi, pelabuhan, UMKM, dan ekonomi kreatif yang terus berkembang.
Wabup Katamso menjelaskan,
kondisi ketenagakerjaan daerah menunjukkan tren yang semakin baik. Tingkat
Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2025 tercatat sebesar 3,12 persen, turun
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 3,20 persen. Produktivitas tenaga kerja mencapai
Rp234,64 juta per pekerja, tertinggi di Provinsi Jambi, sementara perselisihan
hubungan industrial menurun dari 25 kasus pada 2021 menjadi 7 kasus pada 2025.
Di sisi lain, pemerintah daerah
masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya dominasi angkatan kerja
berpendidikan menengah ke bawah, tingginya pekerja sektor informal, serta
keterbatasan sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK). Namun, bonus
demografi dengan penduduk usia produktif mencapai 73,43 persen dinilai menjadi
peluang besar yang harus dioptimalkan melalui peningkatan kompetensi dan
kualitas tenaga kerja.
Lebih lanjut, Wakil Bupati
menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam mewujudkan
Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) sebagai bentuk
perlindungan bagi seluruh pekerja, khususnya pekerja rentan dan masyarakat di
sekitar perusahaan. Upaya tersebut diperkuat melalui Peraturan Daerah Nomor 7
Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,
Surat Edaran Bupati Nomor 500.15.14.2/507/NAKER/IV/2026 tentang Pelaksanaan
Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Masyarakat Sekitar Perusahaan,
serta Surat Dinas Tenaga Kerja Nomor 500.15.14.2/394/DISNAKER/VI/2026 tentang
Dukungan dan Partisipasi Perusahaan dalam Peningkatan Universal Coverage
Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.
Sebagai implementasi kebijakan
tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2026
mengalokasikan pembiayaan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 4.000 pekerja
rentan, sekaligus mendorong perusahaan untuk memperluas perlindungan jaminan
sosial bagi pekerja dan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.
Selain itu, pemerintah daerah
terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pengembangan Balai Latihan
Kerja (BLK), kerja sama dengan PPSDM Migas Kementerian ESDM dan 20 perusahaan
dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal, penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK)
Tahun 2026 sebesar Rp3.551.430—tertinggi kedua di Provinsi Jambi setelah Kota
Jambi—serta menghadirkan berbagai inovasi pelayanan, seperti Disnaker Goes to
Community, Two Days Coffee, dan Rumah Konsultasi Ketenagakerjaan Bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil
Bupati juga menyampaikan sejumlah usulan kepada Kementerian Ketenagakerjaan,
antara lain peningkatan alokasi pelatihan kerja berbasis kompetensi sesuai
kebutuhan industri, pembangunan dan modernisasi BLK, dukungan program
sertifikasi kompetensi dan pemagangan, penguatan kewirausahaan, penciptaan
lapangan kerja baru, serta perluasan program magang ke Jepang bagi angkatan
kerja Tanjung Jabung Barat.
"Kabupaten Tanjung Jabung
Barat memiliki potensi ekonomi yang besar. Yang kami butuhkan saat ini adalah
penguatan kualitas sumber daya manusia agar mampu mengisi peluang kerja yang
tersedia. Kami berharap dukungan Kementerian Ketenagakerjaan dalam penguatan
pelatihan vokasi, modernisasi BLK, perluasan perlindungan jaminan sosial
ketenagakerjaan, hingga pembukaan akses pemagangan bagi tenaga kerja
kami," ujar Wakil Bupati.
Menanggapi hal tersebut, Wakil
Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU. menyambut baik berbagai program dan inovasi
yang telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Menurutnya,
sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan
kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat
perlindungan bagi pekerja.
Audiensi berlangsung dalam
suasana hangat dan produktif, ditandai dengan diskusi mengenai berbagai peluang
kolaborasi untuk mendukung pembangunan sektor ketenagakerjaan di Kabupaten
Tanjung Jabung Barat. Sebelum mengakhiri pertemuan, Wakil Bupati menyerahkan
plakat dan cendera mata kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan sebagai simbol
apresiasi sekaligus penguatan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tanjung
Jabung Barat dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Turut mendampingi Wakil Bupati
dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tanjung Jabung
Barat Dedy Ardiansyah, S.E., M.M. dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang
Tanjung Jabung Barat Indro Agus Febrianto S.E.
Sementara dari Kementerian
Ketenagakerjaan hadir Direktur Jenderal Binalavotas Dharmawansyah, Sesditjen
Binapenta Iwan Darmawan, serta Tenaga Ahli Wakil Menteri Alfi Nofriansyah
Rustam dan Iwan Rinaldo Syarief. (*)


