BEKABAR.ID, KERINCI – Bupati Kerinci Monadi bersama 28 pemuda membacakan teks Sumpah Pemuda di puncak Gunung Kerinci, Rabu (28/10/2026). Ikrar persatuan itu dikumandangkan di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Monadi disebut menjadi bupati pertama di Kerinci yang memimpin pembacaan Sumpah Pemuda di puncak gunung tertinggi di Sumatra tersebut.
Sebanyak 28 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), badan usaha milik negara (BUMN), serta Komunitas Trekking Indrapura.
Pendakian itu bukan sekadar perjalanan menuju puncak. Para peserta harus melewati medan gunung yang menuntut kesiapan fisik, mental, disiplin, dan kerja sama sebelum menggaungkan ikrar persatuan di ketinggian.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak cukup berhenti pada peringatan tahunan. Nilai persatuan dan perjuangan perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk kontribusi generasi muda bagi pembangunan daerah.
Bupati Kerinci Monadi mengapresiasi 28 pemuda yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Dia berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan selama pendakian dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari puncak Gunung Kerinci, kita teguhkan komitmen menjaga persatuan dan mengabdi bagi bangsa. Saya berharap pemuda terus bergerak, berkarya, dan memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Kerinci dan Indonesia,” kata Monadi.
Menurutnya, pemuda tidak hanya dituntut berani menghadapi tantangan, tetapi juga perlu memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Peran tersebut dinilai penting untuk mendorong kemajuan daerah di tengah perubahan zaman.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”. Tema tersebut menekankan pentingnya membangun generasi muda yang tangguh, memiliki empati, serta mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk menjaga persatuan.
Dari ketinggian 3.805 mdpl, pembacaan Sumpah Pemuda itu membawa pesan bahwa nasionalisme bukan hanya soal mengucapkan ikrar, melainkan juga tentang bagaimana generasi muda menjaga persaudaraan dan mengambil bagian dalam perubahan.
Dari puncak Gunung Kerinci, pesan itu digaungkan kembali: persatuan harus dijaga, dan masa depan bangsa membutuhkan kontribusi nyata generasi muda.
Editor: Sebri Asdian













Komentar