BEKABAR.ID, KERINCI – Gangguan pasokan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Kerinci membuat Perumda Air Minum Tirta Sakti harus mengandalkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Petugas bahkan dikerahkan hingga malam hari di tengah kendala pompa dan menyusutnya muka air Danau Kerinci akibat kemarau panjang.
Gangguan tersebut terjadi pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Koto Petai, Cabang Hiang. Kondisi ini menjadi tantangan bagi perusahaan daerah tersebut untuk menjaga pasokan air bersih bagi masyarakat yang bergantung pada jaringan perpipaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Tirta Sakti Kerinci, Maya Novefri Handayani, mengatakan penyaluran air menggunakan mobil tangki dilakukan untuk membantu pelanggan selama proses pemulihan distribusi berlangsung.
“Kami memahami bahwa air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, kami terus mengupayakan pelayanan melalui mobil tangki, bahkan hingga malam hari, agar pelanggan yang terdampak tetap memperoleh pasokan air. Kami juga terus menangani kendala teknis agar distribusi melalui jaringan perpipaan dapat kembali normal,” ujar Maya
Di sisi lain, penurunan muka air Danau Kerinci akibat kemarau panjang turut menjadi tantangan dalam menjaga ketersediaan air baku. Gangguan pompa di IPA Koto Petai juga memengaruhi upaya pemulihan layanan.
Perumda Tirta Sakti disebut masih menunggu pengiriman pompa pengganti dari Jambi. Selama penanganan berlangsung, mobil tangki menjadi salah satu alternatif untuk membantu memenuhi kebutuhan air pelanggan.
Jadwal Distribusi Mobil Tangki
Untuk mengatur penyaluran air, Perumda Tirta Sakti membagi wilayah pelayanan ke dalam tiga kelompok, yakni Biru, Oranye, dan Hijau. Pelanggan diminta menyesuaikan persiapan penampungan air dengan jadwal wilayah masing-masing.
Kelompok Biru dijadwalkan mendapat suplai pada 27 dan 30 Oktober, serta 3, 6, dan 9 November 2026. Wilayahnya meliputi Semerah, Koto Petai, dan Pondok Beringin.
Kelompok Oranye mendapat jadwal pada 28 Oktober, serta 1, 4, 7, dan 10 November 2026. Wilayah yang dilayani mencakup Sebukar, Bungo Tanjung, Penawar atau Angkasa Pura, Pancuran Tigo, Tanjung Pauh Mudik, Ujung Pasir, dan Koto Tuo Ujung Pasir.
Sementara itu, kelompok Hijau dijadwalkan pada 29 Oktober, serta 2, 5, dan 8 November 2026. Wilayahnya meliputi Kayu Aro Ambai, Desa Baru Semerah, Desa Agung Koto Iman, Punai Merindu, Sumur Jauh, dan Koto Salak.
Jadwal tersebut menjadi acuan bagi pelanggan untuk menyiapkan wadah penampungan sebelum mobil tangki tiba. Namun, waktu penyaluran di lapangan dapat berubah menyesuaikan kondisi dan kebutuhan distribusi.
Masyarakat juga diimbau menggunakan air secara hemat selama gangguan berlangsung, terutama untuk memenuhi kebutuhan pokok rumah tangga.
Di tengah keluhan pelanggan yang terdampak, tantangan Perumda Tirta Sakti bukan hanya memastikan air tetap tersalurkan melalui mobil tangki, tetapi juga mempercepat pemulihan jaringan perpipaan agar pelayanan kembali normal.
Kepastian waktu perbaikan pompa dan normalisasi distribusi menjadi hal penting yang dinantikan pelanggan, terutama warga yang harus mengandalkan suplai darurat untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
Editor: Sebri Asdian












Komentar