BEKABAR.ID, BUNGO – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Bungo, Jambi. Drs. H. Zulfikar Achmad, mantan Bupati Bungo dua periode sekaligus Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, meninggal dunia pada Rabu (4/11/2026).
Zulfikar mengembuskan napas terakhir pada usia ke -80 tahun di Rumah Sakit Premier Jakarta sekitar pukul 16.50 WIB.
Kabar meninggalnya tokoh yang dikenal dengan julukan Bapak Pembangunan Bungo itu disampaikan oleh putranya, Rendhi Zhilfiando, melalui status WhatsApp.
Kepergian Zulfikar menjadi kehilangan bagi masyarakat Bungo. Namanya memiliki catatan panjang dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan Kabupaten Bungo, terutama saat menjabat sebagai bupati selama dua periode, 2001–2006 dan 2006–2011.
Sebelum terjun ke dunia politik, Zulfikar lebih dahulu meniti karier di sektor usaha. Ia pernah berkecimpung di perusahaan pelayaran dan menduduki sejumlah posisi penting di perusahaan swasta.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika ia memasuki pemerintahan. Pada 2001, Zulfikar dipercaya memimpin Kabupaten Bungo. Kepercayaan masyarakat kembali diperolehnya pada periode kedua hingga 2011.
Selama sepuluh tahun memimpin Bungo, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendorong percepatan pembangunan daerah. Infrastruktur, pengembangan wilayah, perekonomian, hingga pelayanan publik menjadi bagian dari agenda pemerintahannya.
Dari perjalanan kepemimpinan itulah julukan Bapak Pembangunan Bungo melekat pada dirinya.
Zulfikar juga memberi perhatian terhadap persoalan investasi dan kesiapan sumber daya manusia. Dalam salah satu forum di DPR RI, ia pernah menceritakan pengalamannya menghadapi kebutuhan tenaga kerja terampil ketika investor masuk ke Bungo.
Ia menyoroti keterbatasan keterampilan tenaga kerja lokal serta fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK) yang dinilai belum memadai untuk menjawab kebutuhan industri.
Setelah menuntaskan dua periode sebagai bupati, Zulfikar tetap melanjutkan kiprah politiknya. Pada Pilgub Jambi 2010, ia sempat maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Ami Taher.
Namun, langkah politiknya kemudian berlanjut ke tingkat nasional melalui Partai Demokrat.
Pada Pemilu 2014, Zulfikar terpilih sebagai Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jambi. Ia kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat pada Pemilu 2019 dan Pemilu 2024.
Dengan demikian, Zulfikar tercatat telah menjalani tiga periode sebagai wakil rakyat di Senayan, yakni 2014–2019, 2019–2024, dan 2024–2029.
Bahkan, saat pelantikan anggota DPR RI pada 1 Oktober 2024, ia menjadi salah satu anggota tertua yang dilantik dari daerah pemilihan Jambi, dalam usia 78 tahun.
Perjalanan panjang dari pengusaha, kepala daerah hingga anggota parlemen nasional menjadi bagian dari rekam jejak Zulfikar Achmad.
Di lingkungan keluarga, almarhum meninggalkan istri, Hj. Netty Herlina, serta anak-anaknya, Andriansyah, Indra Zulfiansyah, Fitri Indriany, Dian Ferdiansyah, Rendhi Zhilfiando dan Avritha Zilfiantri.
Kepergian Zulfikar menutup perjalanan panjang seorang tokoh politik yang pernah memimpin Bungo selama satu dekade dan melanjutkan pengabdiannya di DPR RI.
Bagi masyarakat Bungo, namanya akan selalu tercatat dalam perjalanan pembangunan daerah.
Selamat jalan, Bapak Pembangunan Bungo.
Editor: Sebri Asdian







Komentar