BEKABAR.ID, JAMBI — Pernahkah Anda melihat mahasiswa atau peserta didik yang mendadak bingung, pasif, atau kurang optimal saat diberi tugas kelompok berbasis pemecahan masalah? Tantangan belajar yang sering dialami mahasiswa inilah yang menggerakkan Dr. Turino Adi Irawan, M.Pd., seorang dosen di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, untuk merancang sebuah pendekatan pembelajaran yang lebih terstruktur dan mendampingi.
Pada Jumat (16/10/2026), Turino secara resmi mempertahankan disertasinya dalam Ujian Promosi Doktor yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Jambi (Unja) Kampus Telanaipura, Kota Jambi.Capaian ini menjadi momen penting karena menghadirkan sebuah karya riset terapan yang berfokus pada solusi nyata untuk meningkatkan kualitas cara berpikir kritis mahasiswa di perguruan tinggi.Inovasi yang digagas Turino ini diberi nama model SRPBL (Structured Reflective Problem-Based Learning).
Mendampingi Mahasiswa Memahami Masalah Kompleks
Dalam pemaparannya di depan para penguji, Dr. Turino menjelaskan bahwa metode belajar berbasis masalah konvensional sering kali memberi tantangan cukup besar bagi mahasiswa tingkat awal. Saat dihadapkan langsung pada persoalan dunia nyata yang kompleks tanpa panduan berjenjang, peserta didik cenderung merasa kewalahan untuk memulai langkah pertama.
“Mahasiswa yang cenderung pasif atau kurang terlibat aktif dalam kelompok itu bukan karena tidak mampu. Banyak dari mereka yang merasa bingung karena informasi yang masuk terlalu banyak dalam satu waktu (cognitive overload). Selain itu, proses refleksi belajar selama ini sering ditaruh di paling akhir, sehingga kesempatan untuk memperbaiki alur berpikir secara langsung menjadi terbatas,” ungkap Turino.
Empat Pilar Pendukung Model SRPBL
Untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih ramah dan terarah, Turino merancang model SRPBL melalui 4 pilar utama: Langkah Belajar Bertahap (Structured Scaffolding): Alur belajar dirancang menjadi 9 langkah yang lebih sistematis dan mudah diikuti.
Ibarat menaiki tangga yang landai, proses berpikir mahasiswa menjadi lebih nyaman dan tidak melelahkan. Panduan Pertanyaan Terarah: Menggunakan lembar panduan (Tabel KWL) agar mahasiswa dapat memilih dan mengorganisasi informasi penting secara efektif. Pembagian Peran Kelompok yang Jelas: Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab yang spesifik, termasuk adanya peran “Sang Pengkritik Resmi”. Peran ini membangun iklim diskusi yang sehat dan saling membangun tanpa rasa canggung. Refleksi Berkala (Navigasi Metakognitif): Di setiap tahapan, mahasiswa diajak berhenti sejenak untuk mengevaluasi alur pikirannya. Jika ada pemahaman yang keliru, diskusi dan penyesuaian bisa langsung dilakukan saat itu juga.
Diuji Oleh Dewan Penguji dan Guru Besar Ternama
Pelaksanaan Ujian Promosi Doktor ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Dra. Muazza, M.Si. sebagai Ketua Sidang dan Prof. Urip Sulistiyo, S.Pd., M.Ed., Ph.D. sebagai Sekretaris Sidang.Riset ilmiah ini disusun di bawah bimbingan tim promotor berpengalaman, yaitu Prof. Dr. Nazurty, M.Pd. sebagai Promotor, serta didampingi oleh Muhammad Haris Effendi Hsb, S.Pd., M.Si., Ph.D. (Co-Promotor I) dan Dr. Dra. Evita Anggereini, M.Si. (Co-Promotor II).Jalannya persidangan berlangsung dinamis dengan hadirnya penguji eksternal, Prof. Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang merupakan Guru Besar Teknologi Pembelajaran dari Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Selain itu, jajaran penguji internal Universitas Jambi turut mendalami karya disertasi ini, yakni Prof. Dr. Drs. Firman, M.Si. (Penguji 1), Drs. Saharudin, M.Ed., M.App.Sc., Ph.D. (Penguji 2), serta Endarman Saputra, Ph.D. (Penguji 3).
Hasil Nyata: Kemampuan Berpikir Kritis Dapat Diperluas dan Dilatih
Metode ini telah diterapkan dan diuji coba kepada mahasiswa dengan hasil yang sangat baik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang menggunakan model SRPBL menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan pendekatan biasa. Skor dampak penelitiannya menunjukkan capaian peningkatan yang amat baik dalam standar riset pendidikan.
Temuan ini memberikan penegasan positif bahwa kemampuan berpikir kritis dan analitis bukanlah hal yang kaku, melainkan dapat terus dilatih dan dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang tepat dan terstruktur. Gelar doktor yang diraih Dr. Turino Adi Irawan, M.Pd. ini diharapkan mampu memberikan warna baru serta kontribusi nyata bagi kemajuan dunia pendidikan, baik di lingkungan UIN STS Jambi maupun di Provinsi Jambi secara umum. (*)








Komentar