BEKABAR.ID, JAMBI – Kualitas penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) tidak hanya ditentukan oleh kemampuan peserta, tetapi juga integritas dewan hakim dalam memberikan penilaian. Profesionalitas dan objektivitas menjadi kunci agar setiap peserta mendapatkan penilaian yang adil.
Hal tersebut menjadi perhatian Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., saat menghadiri pelantikan pengawas, dewan hakim, dan panitera MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Lantai 6 Graha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Minggu (1/11/2026).
Murison menilai, pelantikan dewan hakim bukan sekadar tahapan formal dalam penyelenggaraan MTQH. Lebih dari itu, amanah yang diberikan kepada para hakim membawa tanggung jawab besar untuk memastikan kompetisi berlangsung secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi keadilan.
“Para dewan hakim memiliki tanggung jawab besar. Penilaian harus dilakukan secara objektif, profesional, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai ada peserta yang merasa dirugikan karena penilaian yang tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya,” ujar Murison.
Menurutnya, kepercayaan terhadap penyelenggaraan MTQH sangat bergantung pada kualitas dan integritas orang-orang yang bertugas melakukan penilaian.
Ia berharap seluruh pengawas, dewan hakim, dan panitera dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga independensi, serta mengedepankan nilai-nilai kejujuran.
“MTQH bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Ini merupakan ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani. Karena itu, seluruh prosesnya harus dijaga dengan baik, mulai dari pelaksanaan hingga penetapan hasil perlombaan,” tambahnya.
Murison juga berharap MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi dapat berjalan lancar dan melahirkan peserta-peserta terbaik. “Yang mampu membawa nama Provinsi Jambi bersaing di tingkat nasional,” tukasnya.
Editor: Sebri Asdian








Komentar