BEKABAR.ID, TANJABBARAT – Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso SA, S.E., M.E., mendampingi langsung pelaksanaan Penilaian Perluasan Calon Percontohan Desa Antikorupsi Provinsi Jambi Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Desa Teluk Kulbi, Kecamatan Betara, Rabu (28/10/2026). Hingga saat ini, proses penilaian dan verifikasi lapangan oleh Tim Penilai Provinsi Jambi masih terus berlangsung.
Tim independen yang melakukan verifikasi terdiri dari perwakilan Inspektorat Provinsi Jambi, Dinas PPAPP Provinsi Jambi, serta Dinas Kominfo Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Katamso mengapresiasi penetapan Desa Teluk Kulbi sebagai kandidat desa antikorupsi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ia menekankan pentingnya membangun benteng integritas sejak dari tingkat pemerintahan terkecil, karena perilaku koruptif bisa bermula dari pelanggaran sekecil apa pun.
“Desa Teluk Kulbi terpilih tentu melalui serangkaian pertimbangan matang di tingkat kabupaten. Harapan kita bersama, mari kita perkuat benteng pencegahan korupsi ini secara berjenjang dari tingkat desa hingga ke pemerintah daerah,” ujar Wabup Katamso.
Proses penilaian dilakukan secara menyeluruh mencakup verifikasi dokumen administrasi, wawancara, hingga verifikasi faktual di lapangan. Berdasarkan data evaluasi sementara, Desa Teluk Kulbi telah mengantongi evidence score sebesar 79,00. Capaian ini meliputi lima komponen utama, yaitu Penguatan Tata Laksana, Penguatan Pengawasan, Penguatan Kualitas Pelayanan Publik, Penguatan Partisipasi Masyarakat, dan Kearifan Lokal. Namun, untuk resmi ditetapkan sebagai Desa Antikorupsi, Desa Teluk Kulbi harus mencapai nilai ambang batas kelulusan minimal 90,00.
Perwakilan Inspektorat Provinsi Jambi, Mat Sanusi, menyampaikan bahwa apabila Desa Teluk Kulbi berhasil lolos, Pemkab Tanjab Barat diharapkan dapat mereplikasi program ini hingga mencapai target “1 Kecamatan 1 Desa Antikorupsi”. Ia juga mengingatkan agar masyarakat Desa Teluk Kulbi terus aktif mengawal dan mengawasi pengelolaan dana desa secara transparan.
Sementara itu, Kepala Desa Teluk Kulbi, Yuswaji, memaparkan gambaran umum wilayahnya yang ditopang komoditas unggulan seperti kelapa sawit, pinang, dan kopi liberika. Di samping potensi ekonomi, Desa Teluk Kulbi juga menjagokan inovasi Smart Village seperti layanan administrasi online, portal website desa, pengaduan masyarakat online, hingga sistem absensi dan buku tamu berbasis digital sebagai pilar transparansi desa.
Kegiatan penilaian ini turut dihadiri Inspektur Kabupaten Tanjab Barat, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas PMD, Camat Betara, jajaran perangkat desa, serta tokoh masyarakat Teluk Kulbi. (*)













Komentar