Makin Beringas, Beruang Sudah Masuk Pemukiman, Bobol Rumah Warga Sanggaran Agung, Anjuran BKSDA Jambi Tak Mempan

Makin Beringas, Beruang Sudah Masuk Pemukiman, Bobol Rumah Warga Sanggaran Agung, Anjuran BKSDA Jambi Tak Mempan

BEKABAR.ID, KERINCI - Warga Desa Sanggaran Agung, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, kembali dibuat geger oleh teror beruang Rabu (01/07/26). Hewan tersebut diduga merusak bagian belakang rumah milik Taufik Ismail hingga membuat dinding dapur jebol.

Peristiwa itu baru diketahui pada malam hari. Sekitar pukul 22.30 WIB, istri Taufik yang baru pulang ke rumah dibuat terkejut saat melihat kondisi dapur sudah tidak seperti biasanya. Dinding belakang rumah yang terbuat dari papan tampak menganga dengan lubang berukuran sekitar 2 x 3 meter.

Karena ketakutan, ia tidak berani memeriksa lebih jauh. Perempuan itu kemudian memanggil sang suami dan meminta bantuan warga sekitar untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Sejumlah warga langsung berdatangan ke lokasi. Saat dilakukan pengecekan, mereka menemukan sejumlah barang yang berserakan di belakang rumah. Minyak goreng tampak tumpah di sekitar dapur, sementara tabung gas sudah berpindah ke luar rumah, tong sampah juga ditemukan sekitar lima meter dari dapur.

Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa rumah tersebut didatangi seekor beruang yang sedang mencari makanan.

Informasi itu kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, personel Polsek Danau Kerinci, AIPDA Tomi Herman, yang saat itu tengah melaksanakan patroli malam, langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga.

"Saya sedang piket dan patroli. Setelah mendapat laporan dari warga, saya langsung ke lokasi bersama warga untuk melakukan pengecekan," ujarnya.

Saat memeriksa area belakang rumah, petugas bersama warga menemukan jejak kaki yang diduga kuat milik beruang. Jejak tersebut masih terlihat jelas di tanah sekitar dapur dan diduga merupakan jejak yang baru.

Pemilik rumah, Taufik Ismail, mengaku kemunculan beruang di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengatakan selama ini dirinya sudah berupaya mengusir satwa liar itu dengan menyalakan meriam karbit (marcun) sesuai arahan dari BKSDA.

"Selama ini saya sering membunyikan marcun sesuai arahan BKSDA. Tapi ternyata tidak mempan. Buktinya sekarang beruang bukan hanya berkeliaran di area perkebunan, tetapi sudah masuk ke kawasan permukiman warga bahkan sampai membobol rumah," kata Taufik.

Peristiwa ini membuat dia semakin resah. Dia mengaku khawatir kemunculan beruang yang kini mulai memasuki kawasan permukiman dapat membahayakan keselamatan masyarakat, terutama pada malam hari. "Kami berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar satwa liar tersebut dapat ditangani sebelum menimbulkan korban jiwa," tukasnya.

Asal tahu saja, sebelumnya BKSDA Jambi sudah turun dan mengecek lokasi penemuan beruang di kebun warga Sanggaran Agung. Kendati sudah mendapatkan bukti yang kuat bahwa beruang kerap melintas di perkebunan warga, BKSDA saat itu menilai bahwa interaksi antara beruang dan manusia masih kecil sehingga memutuskan belum mau memasang perangkap beruang.

Tak lama berselang, BKSDA kembali turun ke Sanggaran Agung setelah ternak warga diganggu, entah apalagi alasannya, lagi-lagi BKSDA enggan memasang perangkap untuk menangkap beruang tersebut. "Kedatangan BKSDA yang kedua itu hanya sekedar nengok-nengok, kemudian foto-foto, lalu pergi," tukas salah seorang warga.

Editor: Sebri Asdian