Naik Perahu Kecil Menuju Lokasi Karhutla, Al Haris Ngaku Ketemu Buaya

BEKABAR.ID, TANJABTIM – Perjalanan Gubernur Jambi Al Haris menuju lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang (TNBS), Tanjung Jabung Timur, diwarnai pengalaman menegangkan. Saat menyusuri Sungai Air Hitam, Al Haris mengaku melihat beberapa ekor buaya di sepanjang aliran sungai.

Pengalaman itu diceritakan Al Haris dalam video yang diunggah melalui akun Facebook Alharis Jambi pada 24 Oktober 2026. Dalam perjalanan tersebut, dia bersama rombongan harus berganti dari speedboat berukuran besar ke perahu kecil untuk mencapai lokasi kebakaran.

“Setelah naik speedboat, kita naik lagi perahu kecil, karena sungainya tidak mendukung untuk dilalui dengan boat yang besar. Maka kita dengan boat yang kecil,” kata Al Haris dalam video tersebut.

Perjalanan itu membawa rombongan menuju titik karhutla di wilayah Desa Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Lokasi tersebut disebut sebagai salah satu wilayah terdampak yang cukup jauh dijangkau di Provinsi Jambi.

Al Haris mengungkapkan, rombongan harus menyusuri Sungai Air Hitam Dalam untuk mencapai titik kebakaran. Di kawasan itu, terdapat tim yang berfokus melakukan pemadaman di tengah medan hutan yang sulit dijangkau.

“Luar biasa sungai ini. Banyak buaya-buayanya tadi, ketemu beberapa ekor buaya tadi. Tapi kita harus sampai ke lokasi untuk melihat bagaimana Satgas, tim yang sedang berjuang di sana,” ujarnya.

Perjalanan menuju titik karhutla bukan hanya menghadapi keberadaan buaya. Kondisi sungai yang tidak dapat dilalui kapal besar membuat rombongan harus melanjutkan perjalanan menggunakan perahu kecil berkapasitas sekitar lima orang setelah tiba di Pos Kehutanan Bunggur.

Dalam keterangan unggahan videonya, Al Haris menjelaskan bahwa titik kebakaran berada di kawasan hutan yang lebat. Kondisi lahan gambut juga menjadi tantangan tersendiri karena api dapat menjalar melalui akar dan rumput sehingga sulit dipadamkan.

Upaya pemadaman dari udara menggunakan water bombing disebut belum mampu membasahi seluruh titik api yang berada di bawah pepohonan rindang.

Kondisi tersebut membuat kerja tim pemadam di lapangan membutuhkan upaya ekstra, termasuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses melalui jalur darat maupun sungai.

Meski menghadapi medan yang menantang, Al Haris menyampaikan bahwa perjalanan rombongan menuju lokasi berlangsung lancar. Dia juga meminta masyarakat mendoakan keselamatan petugas yang masih berjibaku memadamkan api.

“Mudah-mudahan, insyaallah, Allah lancarkan, Allah mudahkan. Mohon doanya, semoga karhutla ini selesai dan jangan lagi warga yang membakar hutan,” tuturnya.

Al Haris turut mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pencegahan kebakaran dinilai penting agar kebakaran tidak terus meluas dan menambah risiko bagi lingkungan maupun petugas yang bekerja di lapangan.

Editor: Sebri Asdian

Komentar